|
BAGAIMANA CARA AGAR PRESENTASI ANDA 100% CLOSING?
Ditulis
Oleh Administrator
www.begreatvision.com
Saat Anda
baru bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, apa yang paling sering Anda
tanyakan? Ya, sama dengan saya. Bagaimana sih presentasi yang baik
supaya orang mau join? Anda pasti paling sering mendengar pertanyaan ini
dari jaringan Anda.
Di awal menjalankan bisnis ini, presentasi memang pekerjaan paling
’ditakuti’. Apalagi ditambah pengalaman beberapa kali ditolak. Wah,
inilah titik kritis pertama apakah seseorang mau bertahan untuk sukses
di bisnis ini.
Secara
umum di buku/kaset panduan memulai bisnis ini sudah dijelaskan bagaimana
melakukan persiapan yang baik, mengundang, presentasi dan juga follow
up. Kalau diikuti semua petunjuknya, presentasi pasti mudah. Sebetulnya
presentasi itu memang sangat mudah, yang tidak mudah itu khan menjawab
pertanyaan prospek yang kritis. Betul khan?
Ilmu
presentasi memang tidak cukup diringkas dalam 1-2 kaset saja. Fakta di
lapangan terlalu kaya dengan ribuan kemungkinan yang perlu kreativitas
untuk menyikapinya. Bahkan para top leader dunia pun hingga kini tidak
pernah berhenti mengembangkan metode-metode yang lebih efektif untuk
meyakinkan orang lebih baik.
Ok, hari
ini saya akan sharing beberapa tips untuk melengkapi penjelasan di
buku/kaset yang sudah disediakan suport system.
Ada
3 bagian
yang perlu dipelajari untuk kesuksesan presentasi
Pertama,
what to offer. Apa yang kita tawarkan? Aspek pertama ini tidak menjadi
masalah bagi kita. Kita memutuskan bergabung dengan sebuah perusahaan
network marketing, tentu kita sudah memilih yang terbaik dan memiliki
produk terbaik. Anda tinggal pelajari stater kit, buku fakta dan data,
baca informasi-informasi yang relevan di website, semua sudah sangat
lengkap bahan-bahannya.
Kedua, how to offer.
Bagaimana cara Anda menawarkan?
Bagaimana
tutur kata Anda, pakaian Anda, bahasa tubuh Anda, antusiasme Anda dsb.
Semua berpengaruh untuk meyakinkan seseorang kepada tawaran Anda. Ini
membutuhkan kemauan Anda untuk lebih sungguh-sungguh belajar presentasi
yang baik dengan cara melakukannya. Ya, tidak ada jalan lain, harus
melakukannya langsung. Cara Anda menawarkan berhubungan dengan sikap.
Bicara sikap, itu adalah hasil dari kebiasaan. Kalau Anda membiasakan,
semakin sering Anda presentasi pasti semakin baik.
Kalau ingin bagus di bagian ini, Anda harus sudah tuntas untuk
mempelajari buku wajib : Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain,
karangan Dale Carnegie. Buku-buku lain untuk melengkapi juga banyak,
diantaranya John C Maxwell dan Less Parrot berjudul : Buatlah Orang Lain
Merasa Sangat Berharga atau Les Giblin : Skill with People.
Ketiga, who to offer.
Siapa yang menawarkan?
Inilah
kunci terpenting menjalankan bisnis ini. Setinggi apa integritas Anda di
mata prospek?. Apakah anda punya track record bagus dimata prospek?
Apakah Anda dikenal orang yang jujur atau sering main-main atau bahkan
bohong? Kalau Anda punya track record bagus, Anda lebih mudah untuk
dipercaya.
Di ilmu
pemasaran ada ungkapan “Orang tidak membeli apa yang anda tawarkan.
Orang tertarik dan membeli Anda”
Tidak
peduli betapa hebat produk Anda, prospek tidak akan membeli jika Anda
tidak menarik. Orang join kepada Anda bukan kepada perusahaan Anda
Memang tidak semua orang mau bergabung di bisnis ini meskipun percaya
kepada orang yang menawarkan. Tapi dapat dipastikan tidak ada orang yang
bergabung dengan bisnis ini tetapi tidak percaya terhadap orang yang
menawarkan. Karena itu, selama menjalankan bisnis, kita juga harus terus
menerus membangun karakter kita lebih baik dengan membaca buku-buku
pengembangan diri dan mempraktekkannya.
Baik,
sekarang kita sharing tambahan tentang tahapan-tahapan presentasi.
Persiapan
Semua
orang tahu persiapan itu penting, tetapi juga sangat banyak orang yang
kurang tepat memilih fokus persiapan. Kebanyakan orang fokus pada
persiapan ’penampilan’ diri sendiri. Hal-hal yang diperhatikan biasanya
menyangkut hal berikut:
• Apakah pakaian saya sudah serasi dan kelihatan profesional?
• Bagaimana gaya presentasi besok agar meyakinkan?
• Apakah saya sudah menguasai materi produk dan marketing plan?
• Kalimat-kalimat pembuka dan penutup seperti apa yang akan membuat
orang mau tertarik kepada saya dan yang saya tawarkan?
Persiapan
hal-hal seperti seperti itu sangat bagus dan penting. Tetapi hanya fokus
pada diri sendiri saja belumlah cukup. Ada pertanyaan yang penting untuk
Anda. Mana yang lebih penting : Memastikan Anda begitu berharga atau
Membuat orang lain merasa sangat berharga?
Jika Anda
mau mencoba mempersiapkan hal berikut, Anda akan tahu dimana bedanya.
Ajukan
pertanyaan-pertanyaa yang berfokus kepada prospek seperti :
• Hal-hal apa saja yang membuat prospek merasa senang?
• Suasana seperti apa yang paling nyaman?
• Hal-hal apa yang paling dibanggakannya?
• Apa yang akan membuat prospek merasa begitu berharga?
• Kabar gembira apa yang bisa saya bawakan untuk dia?
• Apa yang bisa diberikan bisnis ini untuk memberikan solusi
kehidupannya atau mewujudkan impiannya?
• Potensi apa saja yang dimiliki prospek untuk meraih sukses?
Fokus
kepada prospek akan terasa lebih penting jika Anda melakukan presentasi
one on one. Presentasi kepada satu orang membutuhkan ketrampilan yang
lebih tinggi untuk menyelami kepribadian seseorang dan memilih pola
komunikasi yang lebih tepat. Untuk membantu ketrampilan Anda memahami
prospek, sangat bagus kalau Anda mempelajari buku Personality Plus karya
Florence Littaeur. Disana Anda akan mengenal 4 kepribadian utama dan
bagaimana bersikap kepada mereka.
Selanjutnya, bagaimana mempersiapkan dan melakukan presentasi, kali ini
saya ingin tambahkan sharing prinsip-prinsip dasar untuk presentasi one
on one.
Pra presentasi : ciptakan
suasana feel good untuk prospek
Untuk
sebagian prospek yang Anda kenal sangat dekat dan sering bergaul,
sebaiknya Anda tidak perlu basa-basi. Anda bisa langsung tunjukkan
antusiasme yang menggebu-gebu terhadap bisnis ini dan langsung
presentasi. Sikap Anda to the point akan lebih dihargai daripada jika
Anda berbasa basi. Dengan to the point, prospek akan menangkap pesan
informasi Anda sangat luar biasa sehingga Anda tidak ingin menunda
menyampaikannya. Sebaliknya jika Anda basa-basi apalagi terlalu panjang,
sahabat Anda akan menangkap kesan, Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda
akan menyampaikan sesuatu yang Anda sendiri tidak yakini.
Nah untuk
prospek yang intensitas hubungan Anda tidak terlalu sering, Anda memang
harus basa-basi supaya prospek tidak ’kaget’. Apalagi seringkali
presentasi one on one tidak direncanakan. Tiba-tiba ketemu teman di bus,
di pesawat dsb. Kita harus ’menggiring’ pembicaraan ke tema yang bisa
nyambung dengan presentasi bisnis ini. Anda bisa ngobrol lepas apa saja
tetapi jangan sampai kita yang lebih banyak bicara. Pandailah bertanya
tema-tema yang disenangi atau sesuatu yang dibanggakan prospek. Ini
untuk menciptakan suasana feel good . Kalau suasana sudah terasa
menyenangkan untuk prospek, Anda lebih mudah untuk menyampaikan
informasi.
Bagaimana
kalau tidak terbangun suasana yang nyaman dan menyenangkan?
Sebaiknya
Anda cukup menyampaikan, ada hal yang sangat penting yang Anda ingin
bicarakan dengannya. Selanjutnya membuat janji temu di lain waktu.
Kadang-kadang ada orang join sebelum dipresentasi hanya karena senang
ngobrol dengan Anda. Saya punya cerita, suatu kali membantu jaringan
presentasi ke seorang tokoh yang berasal dari Madura. Katanya sudah
beberapa distributor lain presentasi dan follow up tapi tidak pernah
tergerak hatinya meskipun beliau dan istri punya keluhan kesehatan.
Setelah sampai dirumahnya, ternyata banyak sekali atribut-atribut NU di
ruang tamu. Ada di kalender, jam dinding, foto yang dipajang dsb.
Langsung aja saya ngobrol tentang NU dan menceritakan keluarga-keluarga
saya yang juga NU. Wah, beliau sangat antusias tak terasa sudah lebih 30
menit. Akhirnya beliau sendiri yang tanya,”Ngomong-ngomong soal bisnis
ini, menurut adik gimana?” Saya cuman bilang ”Sebaiknya segera bergabung
Pak, biar bapak dan ibu sehat”. Tanpa ba bi bu, langsung closing. Luar
biasa..!!
Bagaimana
menciptakan feel good dan pendekatan lain ke prospek, sangat bagus jika
Anda mendengarkan Audio CD Tung Desem Waringin yang berjudul Sales
Magic. Anda bisa mendapatkannya secara gratis jika membeli buku
Financial Revolution. Ibarat siaran televisi, stasiun tv dan tv anda
haruslah pada frekwensi yang sama. Jika beda frekwensi, sehebat apapun
kualitas pemancar siaran, tidak akan bisa muncul di layar tv Anda. Audio
CD ini akan mengajarkan bagaimana caranya frekwensi kita sama dengan
frekwensi prospek.
Lebih
Pandai Mendengarkan Daripada Bicara
Saat one
on one orang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan jika bersama
banyak orang. Karena itu dibutuhkan ketrampilan yang lebih tinggi untuk
memahami karakter prospek. Kalau kita terlalu banyak bicara, apa yang
bisa kita pahami dari seorang prospek? Kepandaian bertanya dan
mendengarkan akan membuat kita memahami banyak hal tentang prospek dan
menemukan pendekatan yang tepat untuk presentasi. Kita harus menggali
masalah-masalah yang dihadapi oleh prospek khususnya yang berkaitan
dengan kesehatan dan pekerjaan.
Banyak
distributor yang mempersiapkan terlalu banyak informasi. Begitu ketemu
kuping nganggur, langsung diberondong. Bahkan saya pernah menemukan
distributor yang memberikan informasi sampai 3 jam lebih tanpa memberi
kesempatan orang bicara.. Dalam beberapa kasus, distributor menemukan
kenalan baru dan langsung membanjirinya dengan materi presentasi.
Sebagian besar prospek akan jenuh. Kalau sudah bad mood begini, tipis
sekali peluang untuk membuat mereka tertarik dan bergabung.
Sehebat
apapun materi presentasi Anda, selama Anda yang menguasai tema
pembicaraan, prospek akan cenderung bersiaga untuk menolak Anda. Karena
tema-tema itu menarik untuk Anda tapi tidak untuk Dia. Dia juga butuh
penghargaan untuk ’menguasai’ tema pembicaraan dan mengharapkan Anda
untuk menjadi pendengar. Karena itu tugas Anda adalah menciptakan tema
pembicaraan yang disenanginya. Dengan keahlian bertanya Anda tinggal
mengarahkan pembicaraan agar bisa ditumpangi oleh tawaran bisnis dan
kesehatan yang ingin Anda sampaikan.
Tetapi
awas, jangan bertanya kaku seperti seorang jaksa. Umumnya orang
menyembunyikan masalah-masalah privacy. Seringkali, kita bisa menemukan
masalah mereka justeru dengan memuji hal-hal yang terjadi pada mereka.
Secara psikhologis, orang yang terus dipuji justeru akan mengimbangi
kita dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan mereka.
Misalnya
Anda menemui kawan yang sebetulnya anda tahu penghasilannya pas-pasan.
Anda bisa katakan,” Wah saya lihat sibuk sekali bekerja, perusahaannya
saya dengar juga bagus sekali. Enak ya kerja disana”.
Secara naluriah, umumnya mereka akan menjawab sebaliknya. “Yang enak
khan boss. Kalau kita sich kerja dari dulu hasilnya begini-begini saja”.
Nah, anda sudah menemukan satu kunci penting. Mungkin dia akan
melanjutkan,” Mana bos saya orangnya suka marah lagi. Kurang target
sedikit saja sudah marah-marah”. Dsb. Sepanjang dia masih mengeluh,
dengarkan dengarkan dan dengarkan.
Selanjutnya anda mulai bisa menanyakan apakah dia ingin berubah dari
kondisinya yang sekarang. Apakah dia tertarik jika ada sebuah bisnis
yang bisa dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan lama. Dst. Anda kini
punya kesempatan untuk menjelaskan paradigma umum dan paradigma sukses
dengan membangun asset.
(Miliki dan baca
buku The Cashflow Quadrant, karya Robert Kiyosaki). Jika ia mulai
tertarik, Anda bisa mulai menjelaskan profile company Anda yang luar
biasa. Kembangkan pembicaraan sesuai dinamika.
Ini contoh
jika Anda menggunakan masalah kesejahteraan sebagai pintu masuk. Anda
bisa mengembangkannya untuk kunci kesehatan jika prospek lebih tertarik
membicarakan masalah kesehatan. Suatu kali saya mendatangi prospek yang
punya penyakit asma. Begitu bertemu langsung saya bilang,”Bapak
kelihatan segar sekali hari ini”. Langsung dia buka-bukaan,”Dari luar
sih memang kelihatannya begitu, tapi saya punya penyakit ini tidak
sembuh-sembuh dari dulu”. Nah khan, ternyata beliau mengaku bukan cuma
punya satu penyakit. Orang yang seperti bapak ini banyak sekali, senang
kalau menceritakan keluhan-keluhannya. Kalau Anda sudah mendengar dan
memahaminya dengan baik, Anda bisa masuk untuk menawarkan solusi kepada
prospek Anda.
Presentasi
Lengkap dan Ringkas
Setelah
menemukan pintu masuk, Anda bisa mulai presentasi. Untuk presentasi yang
dihadiri banyak orang seperti home meeting, presentasi sebaiknya sesuai
standar karena tidak mungkin banyak orang punya keinginan yang sama.
Tetapi untuk one on one, atau yang dipresentasi lebih dari 1 orang
tetapi semuanya ingin tema yang sama, Anda bisa mulai dari tema yang
diinginkan prospek. Jika prospek sedang fokus masalah kesehatan, Anda
bisa mulai presentasi dari kesehatan. Demikian juga jika prospek sedang
fokus pada bisnis.
Darimanapun Anda mulai, presentasi harus mengenalkan semua bagian
presentasi meliputi company profile, produk, marketing plan dan langkah
menuju sukses.
Jika Anda
hanya menjelaskan produk, Anda seperti seorang sales. Jika Anda hanya
menjelaskan marketing plan saja, bisa memberi kesan tidak ada bedanya
dengan money game. Jadi harus lengkap.
Penjelasan
lengkap bukan berarti panjang lebar. Anda jelaskan secukupnya, untuk
informasi lebih detail Anda ajak menghadiri pertemuan presentasi yang
terbuka untuk umum. Anda boleh selengkap mungkin jika memang di daerah
prospek belum diselenggarakan pertemuan resmi.
Ada
juga yang
bertanya. ”Loh pak, nggak ke pertemuan khan nggak papa. Yang penting
prospek mengerti dan join”. Banyak prospek sudah mengerti tetapi tidak
yakin kepada diri sendiri. Di pertemuan, mereka akan melihat orang dari
berbagai latar belakang ternyata bisa sukses di bisnis ini. Akan lebih
mudah join jika mereka melihat kemiripan dengan orang-orang yang telah
sukses.
Selain itu
yang terpenting adalah membangun antusias dan mengajarkan sistem. Kalau
prospek Anda bergabung tapi tidak memanfaatkan pertemuan, orang tersebut
akan tergantung kepada Anda setiap kali mau presentasi. Jika
terduplikasi, jaringan akan tergantung peran Anda. Tapi jika mereka
memanfaatkan pertemuan, tanpa Anda, mereka akan tetap bisa menjalankan
bisnis ini.
Memperluas
Penawaran
Prospek
bergabung tidak selalu karena alasan kesehatan atau bisnis. Banyak
motif-motif lain. Bahkan ada yang bergabung karena mimpi. Karena itu
kita bisa memperluas sharing manfaat-manfaat yang bisa di dapat dari
bisnis ini. Mungkin prospek bisa menemukan sesuatu yang menjadi bagian
dari ’impian’nya. (Sebaiknya Anda telah membaca buku Bussines School :
For People Who Like Helping The People). Misalnya :
•Bisnis
ini bisa menjadi sarana bagi kita untuk menolong banyak orang. Baik
pembiayaan kesehatan yang jauh lebih murah daripada medis atau
memberikan jalan bagi para pengangguran yang frustasi dengan sempitnya
lapangan kerja.
•Di bisnis
ini kita akan mendapatkan proses pengembangan diri yang luar biasa
dengan biaya sangat murah dan bimbingan upline gratis. Kalau kita
mengikuti kursus pengembangan diri, biayanya sangat mahal karena
biasanya hanya diikuti oleh kalangan menengah ke atas.
•Bisnis
ini akan memberikan kita relasi tak terbatas dengan latar belakang yang
sangat beragam. Kita akan menemukan orang-orang yang bisa membantu kita
sesuai dengan keahlian mereka, dalam bidang kehidupan lain selain
pengembangan bisnis ini.
•Bisnis
ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi pengembangan kepemimpinan.
Diajarkan langsung oleh para pemimpim yang berhasil, dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu karakter diri yang
membantu kita sukses dalam bidang hidup lainnya.
•Dsb
Dream
Building
Hal sangat
penting yang tidak boleh Anda lupakan adalah membangun impian, karena
sebagian besar orang tidak memiliki impian masa depannya. Anda bisa
lakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang hanya butuh jawaban
“ya”. Mengapa bukan pertanyaan terbuka? Karena pertanyaan terbuka
membuat pembicaraan bisa melebar diluar kendali Anda. Bayangkan jika
Anda bertanya,”Bagaimana pendapat Bapak terhadap bisnis ini?”.
Jawabannya susah diperkirakan bukan?
Bagaimana
kalau Anda memberikan pertanyaan seperti ini :
*Bisnis ini bisa diwariskan, saya yakin Bapak senang bisa memastikan
masa depan bagi anak-anak Bapak. Betul khan Pak?
*Jika 2-3
tahun dari sekarang, Ibu bisa membuat panti asuhan untuk anak-anak
keluarga atau sahabat ibu yang tidak beruntung. Ibu bahagia khan?
*Jika Anda
lulus kuliah dan sudah memiliki penghasilan sendiri puluhan juta, Apakah
membanggakan buat Anda?
*Jika 3
tahun yang akan datang, penghasilan Anda naik 10 X lipat, apakah bisnis
ini layak dijalankan?
*Jika
Bapak meraih reward mobil, Bapak pilih warna apa?
Pilih
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal penting dalam
hidup prospek. Dream building sangat bagus disampaikan setelah marketing
plan.
Kesalahan presentasi
Baiklah, sebagai
penutup saya ingin mensharingkan beberapa tindakan yang harus Anda
hindari karena menghambat efektifnya presentasi.
1. Over promote
produk atau marketing plan
Misalnya, “Ini obat
dewa, apapun penyakitnya dijamin lenyap dan tidak akan kumat”.
Atau,”Kalau Anda mencapai peringkat ini, Anda nggak ngapa-ngapain,
penghasilan minimal 2 jt per bulan”.
Sikap
bombastis seringkali membuat prospek meragukan Anda. Anda tampak sebagai
orang yang tidak obyektif dan berkesan ’memaksa’ prospek untuk
membeli/join. Tunjukkan fakta-fakta dengan jujur dan proporsional.
Misalnya
jika ada pertanyaan soal khasiat produk ,”Apakah dijamin tidak akan
kumat lagi?”. Tunjukkan kepada prospek, orang sehat saja bisa sakit,
apalagi orang sudah pernah sakit. Tidak menutup kemungkinan kambuh lagi
jika sikap dan perilaku yang menyebabkan penyakit tersebut tidak diubah.
Penjelasan Anda yang obyektif akan lebih diterima sekaligus menunjukkan
bahwa Anda profesional.
2.
Menyerang kebanggaan orang terhadap produk lain
Kadangkala
prospek Anda pernah atau sedang menggunakan produk kesehatan yang lain
dan menunjukkan khasiatnya kepada Anda. Banyak distributor yang merasa
harus ’menang’. Sehingga langsung menceritakan kehebatan atau kelebihan
produk Tianshi dibandingkan produk yang dipakai oleh prospek. Anda tahu
akibatnya? Anda bisa memenangkan pembicaraan, tapi orang tersebut tidak
akan belanja atau bergabung. Mengapa? Sadari, pada saat Anda ’menyerang’
produk lain yang dipakai prospek, Anda tidak sedang menyerang produk
itu, tetapi menyerang keputusan prospek untuk menggunakan produk itu.
Jelas orang bisa tersinggung.
Jauh lebih
baik jika Anda memuji pilihan prospek tersebut. Saya pernah bertemu
dengan prospek yang membanggakan produk lain dari Cina juga.
Meskipun
saya baru pertama kali melihat, saya pura-pura tahu aja. Saya
bilang,”Wah ini memang luar biasa Pak, bungkusnya aja bagus sekali.
Teman saya juga ada yang pernah pakai ini dan hasilnya bagus. Tapi
setelah dikombinasi dengan cordysep hasilnya lebih luar biasa lagi Pak”.
Akhirnya, mau juga bliau coba. Setelah pakai, langsung join dan dalam 2
bulan belanja lebih dari 5 juta. Kebetulan, istri dan anaknya juga
membutuhkan produk.
3.
Membayarkan prospek untuk bergabung
Saat di
awal, biasanya kita semangat sekali kalau prospek ada tanda-tanda mau
join. Sekaligus khawatir kalau dia join sama orang lain. Akhirnya kita
mencari cara untuk ’mengamankan’ salah satunya dengan membayarkan biaya
pendaftaran. Bahkan ada juga yang membiayai belanja produknya.
Hati-hati, Anda baru boleh yakin prospek betul-betul mau bergabung jika
telah menunjukkan pengorbanan. Kalau baru ngomong saja, tidak ada
jaminan. Jadi jangan sekali-kali membayarkan. Kasian uang Anda.
Kebanyakan mereka yang dibayarkan ternyata tidak mau menjalankan bisnis
ini.
Kalau
prospek bilang mau join tapi belum ada uangnya, Anda bilang aja”Ok, DP
nya dulu berapa yang ada buat tanda jadi, sudah bisa saya daftarkan”.
Anda terima duitnya tapi tidak usah didaftarkan. Anda bilang aja,”Sudah
saya daftarkan, stater kit dan kartu anggota bisa diambil setelah
lunas”. Kalau dia melunasi, baru benar-benar daftarkan. Tapi kalau batal
bergabung, kembalikan uangnya.
Bagaimana
kalau tidak ada uang sama sekali? Ga papa, bawa aja formulirnya dan
bilang seperti tadi. ”Sudah didaftarkan dan stater kit bisa diambil
kalau sudah bayar”. Kalau prospek itu sungguhan ingin join, dia sudah
punya ikatan moral dengan Anda. Dia khan tidak tahu kalau Anda belum
mendaftarkan. Yang penting Anda tidak merugikan orang lain, sekaligus
jangan sampai merugikan diri sendiri.
4.
Menjanjikan ’masangin’ downline dan dijamin sukses
Semua
orang tahu, bahwa untuk sukses harus kerja keras. Penawaran Anda yang
terlalu menyederhanakan membuat orang malah tidak yakin.
Kalaupun
ada yang percaya kepada Anda, dapat dipastikan, orang tersebut tidak
akan membangun bisnisnya. Tidak ada manfaatnya buat bisnis Anda dan juga
bisnis dia.
5.
Menjelekkan multilevel lain
Anda pasti
pernah ketemu dengan prospek yang membandingkan dengan multilevel lain.
Betul khan? Anda boleh-boleh saja membandingkan, menunjukkan fakta dan
data yang ada secara objektif. Namun jangan sekali-kali dengan bumbu
multilevel lain jelek. Semakin banyak Anda menceritakan kejelekan
multilevel lain, sebetulnya prospek akan melihat semakin banyak
kejelekan Anda. Dan yang lebih penting lagi, Anda menciptakan suasana
negatif. Prospek tidak akan merasa nyaman.
Tapi kalau yang
prospek bandingkan ternyata adalah money game, arisan berantai atau
skema piramid lainnya yang menipu.
Anda boleh
tunjukkan bahwa mereka illegal dan sangat merugikan masyarakat. Anda
bisa tunjukkan penjelasan APLI tentang bedanya multilevel marketing
dengan money game.
6. Tidak
jujur mengundang atau janji temu
Sebagian
distributor tidak PD dan sudah berpikir negatif saat mengundang. Mereka
khawatir kalau mengundang untuk pertemuan bisnis, orang pasti tidak mau.
Karena itu mereka mengundang dengan alasan acara makan-makan,
memanfaatkan pertemuan arisan dsb.
Saat
pertemuan, prospek ’kaget’ kok acaranya menawarkan bisnis? Mereka merasa
Anda tidak jujur.
Kalau sudah begini,
jangan harap mereka percaya kepada presentasi Anda.
OK,
yang penting
dari segalanya adalah Anda selalu yakin bahwa presentasi
ANDA akan CLOSING….
(dicopy dari milist TCI)
Presentasi Lengkap dan
Ringkas
Setelah menemukan pintu
masuk, Anda bisa mulai presentasi. Untuk presentasi yang dihadiri banyak
orang seperti home meeting, presentasi sebaiknya sesuai standar karena
tidak mungkin banyak orang punya keinginan yang sama. Tetapi untuk one
on one, atau yang dipresentasi lebih dari 1 orang tetapi semuanya ingin
tema yang sama, Anda bisa mulai dari tema yang diinginkan prospek. Jika
prospek sedang fokus masalah kesehatan, Anda bisa mulai presentasi dari
kesehatan. Demikian juga jika prospek sedang fokus pada bisnis.
Darimanapun Anda mulai,
presentasi harus mengenalkan semua bagian presentasi meliputi company
profile, produk, marketing plan dan langkah menuju sukses.
Jika Anda hanya menjelaskan produk, Anda seperti seorang
sales. Jika Anda hanya menjelaskan marketing plan saja, bisa memberi
kesan tidak ada bedanya dengan money game. Jadi harus lengkap.
Penjelasan lengkap bukan
berarti panjang lebar. Anda jelaskan secukupnya, untuk informasi lebih
detail Anda ajak menghadiri pertemuan presentasi yang terbuka untuk
umum. Anda boleh selengkap mungkin jika memang di daerah prospek belum
diselenggarakan pertemuan resmi.
Ada juga yang bertanya. ”Loh
pak, nggak ke pertemuan khan nggak papa. Yang penting prospek mengerti
dan join”. Banyak prospek sudah mengerti tetapi tidak yakin kepada diri
sendiri. Di pertemuan, mereka akan melihat orang dari berbagai latar
belakang ternyata bisa sukses di bisnis ini. Akan lebih mudah join jika
mereka melihat kemiripan dengan orang-orang yang telah sukses.
Selain itu yang terpenting
adalah membangun antusias dan mengajarkan sistem. Kalau prospek Anda
bergabung tapi tidak memanfaatkan pertemuan, orang tersebut akan
tergantung kepada Anda setiap kali mau presentasi. Jika terduplikasi,
jaringan akan tergantung peran Anda. Tapi jika mereka memanfaatkan
pertemuan, tanpa Anda, mereka akan tetap bisa menjalankan bisnis ini.
Memperluas Penawaran
Prospek bergabung tidak
selalu karena alasan kesehatan atau bisnis. Banyak motif-motif lain.
Bahkan ada yang bergabung karena mimpi. Karena itu kita bisa memperluas
sharing manfaat-manfaat yang bisa di dapat dari bisnis ini. Mungkin
prospek bisa menemukan sesuatu yang menjadi bagian dari ’impian’nya.
(Sebaiknya Anda telah membaca buku Bussines School : For People Who Like
Helping The People). Misalnya :
•Bisnis ini bisa menjadi
sarana bagi kita untuk menolong banyak orang. Baik pembiayaan kesehatan
yang jauh lebih murah daripada medis atau memberikan jalan bagi para
pengangguran yang frustasi dengan sempitnya lapangan kerja.
•Di bisnis ini kita akan
mendapatkan proses pengembangan diri yang luar biasa dengan biaya sangat
murah dan bimbingan upline gratis. Kalau kita mengikuti kursus
pengembangan diri, biayanya sangat mahal karena biasanya hanya diikuti
oleh kalangan menengah ke atas.
•Bisnis ini akan memberikan
kita relasi tak terbatas dengan latar belakang yang sangat beragam. Kita
akan menemukan orang-orang yang bisa membantu kita sesuai dengan
keahlian mereka, dalam bidang kehidupan lain selain pengembangan bisnis
ini.
•Bisnis ini memberikan
banyak pelajaran berharga bagi pengembangan kepemimpinan. Diajarkan
langsung oleh para pemimpim yang berhasil, dan mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari. Suatu karakter diri yang membantu kita sukses
dalam bidang hidup lainnya.
•Dsb
Dream Building
Hal sangat penting yang
tidak boleh Anda lupakan adalah membangun impian, karena sebagian besar
orang tidak memiliki impian masa depannya. Anda bisa lakukan dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya”. Mengapa
bukan pertanyaan terbuka? Karena pertanyaan terbuka membuat pembicaraan
bisa melebar diluar kendali Anda. Bayangkan jika Anda
bertanya,”Bagaimana pendapat Bapak terhadap bisnis ini?”. Jawabannya
susah diperkirakan bukan?
Bagaimana kalau Anda
memberikan pertanyaan seperti ini :
*Bisnis ini bisa diwariskan,
saya yakin Bapak senang bisa memastikan masa depan bagi anak-anak Bapak.
Betul khan Pak?
*Jika 2-3 tahun dari
sekarang, Ibu bisa membuat panti asuhan untuk anak-anak keluarga atau
sahabat ibu yang tidak beruntung. Ibu bahagia khan?
*Jika Anda lulus kuliah dan
sudah memiliki penghasilan sendiri puluhan juta, Apakah membanggakan
buat Anda?
*Jika 3 tahun yang akan
datang, penghasilan Anda naik 10 X lipat, apakah bisnis ini layak
dijalankan?
*Jika Bapak meraih reward
mobil, Bapak pilih warna apa?
Pilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan
dengan hal-hal penting dalam hidup prospek. Dream building sangat bagus
disampaikan setelah marketing plan.
Kesalahan presentasi
Baiklah, sebagai penutup saya ingin
mensharingkan beberapa tindakan yang harus Anda hindari karena
menghambat efektifnya presentasi.
1. Over promote produk atau marketing plan
Misalnya, “Ini obat dewa, apapun penyakitnya
dijamin lenyap dan tidak akan kumat”. Atau,”Kalau Anda
mencapai peringkat ini, Anda nggak ngapa-ngapain, penghasilan minimal 2
jt per bulan”.
Sikap bombastis seringkali
membuat prospek meragukan Anda. Anda tampak sebagai orang yang tidak
obyektif dan berkesan ’memaksa’ prospek untuk membeli/join. Tunjukkan
fakta-fakta dengan jujur dan proporsional.
Misalnya jika ada pertanyaan
soal khasiat produk ,”Apakah dijamin tidak akan kumat lagi?”. Tunjukkan
kepada prospek, orang sehat saja bisa sakit, apalagi orang sudah pernah
sakit. Tidak menutup kemungkinan kambuh lagi jika sikap dan perilaku
yang menyebabkan penyakit tersebut tidak diubah. Penjelasan Anda yang
obyektif akan lebih diterima sekaligus menunjukkan bahwa Anda
profesional.
2. Menyerang kebanggaan
orang terhadap produk lain
Kadangkala prospek Anda
pernah atau sedang menggunakan produk kesehatan yang lain dan
menunjukkan khasiatnya kepada Anda. Banyak distributor yang merasa harus
’menang’. Sehingga langsung menceritakan kehebatan atau kelebihan produk
Tianshi dibandingkan produk yang dipakai oleh prospek. Anda tahu
akibatnya? Anda bisa memenangkan pembicaraan, tapi orang tersebut tidak
akan belanja atau bergabung. Mengapa? Sadari, pada saat Anda ’menyerang’
produk lain yang dipakai prospek, Anda tidak sedang menyerang produk
itu, tetapi menyerang keputusan prospek untuk menggunakan produk itu.
Jelas orang bisa tersinggung.
Jauh lebih baik jika Anda
memuji pilihan prospek tersebut. Saya pernah bertemu dengan prospek yang
membanggakan produk lain dari Cina juga. Meskipun
saya baru pertama kali melihat, saya pura-pura tahu aja. Saya
bilang,”Wah ini memang luar biasa Pak, bungkusnya aja bagus sekali.
Teman saya juga ada yang pernah pakai ini dan
hasilnya bagus. Tapi setelah dikombinasi dengan cordysep hasilnya lebih
luar biasa lagi Pak”. Akhirnya, mau juga bliau coba. Setelah pakai,
langsung join dan dalam 2 bulan belanja lebih dari 5 juta. Kebetulan,
istri dan anaknya juga membutuhkan produk.
3. Membayarkan prospek untuk
bergabung
Saat di awal, biasanya kita
semangat sekali kalau prospek ada tanda-tanda mau join. Sekaligus
khawatir kalau dia join sama orang lain. Akhirnya kita mencari cara
untuk ’mengamankan’ salah satunya dengan membayarkan biaya pendaftaran.
Bahkan ada juga yang membiayai belanja produknya.
Hati-hati, Anda baru boleh
yakin prospek betul-betul mau bergabung jika telah menunjukkan
pengorbanan. Kalau baru ngomong saja, tidak ada jaminan. Jadi jangan
sekali-kali membayarkan. Kasian uang Anda. Kebanyakan mereka yang
dibayarkan ternyata tidak mau menjalankan bisnis ini.
Kalau prospek bilang mau
join tapi belum ada uangnya, Anda bilang aja”Ok, DP nya dulu berapa yang
ada buat tanda jadi, sudah bisa saya daftarkan”.
Anda terima duitnya tapi tidak usah didaftarkan. Anda bilang aja,”Sudah
saya daftarkan, stater kit dan kartu anggota bisa diambil setelah
lunas”. Kalau dia melunasi, baru benar-benar daftarkan. Tapi kalau batal
bergabung, kembalikan uangnya.
Bagaimana kalau tidak ada
uang sama sekali? Ga papa, bawa aja formulirnya dan bilang seperti tadi.
”Sudah didaftarkan dan stater kit bisa diambil kalau sudah bayar”. Kalau
prospek itu sungguhan ingin join, dia sudah punya ikatan moral dengan
Anda. Dia khan tidak tahu kalau Anda belum mendaftarkan. Yang penting
Anda tidak merugikan orang lain, sekaligus jangan sampai merugikan diri
sendiri.
4. Menjanjikan ’masangin’
downline dan dijamin sukses
Semua orang tahu, bahwa
untuk sukses harus kerja keras. Penawaran Anda yang terlalu
menyederhanakan membuat orang malah tidak yakin.
Kalaupun ada yang percaya kepada Anda, dapat dipastikan, orang tersebut
tidak akan membangun bisnisnya. Tidak ada manfaatnya buat bisnis Anda
dan juga bisnis dia.
5. Menjelekkan multilevel
lain
Anda pasti pernah ketemu
dengan prospek yang membandingkan dengan multilevel lain. Betul khan?
Anda boleh-boleh saja membandingkan, menunjukkan fakta dan data yang ada
secara objektif. Namun jangan sekali-kali dengan bumbu multilevel lain
jelek. Semakin banyak Anda menceritakan kejelekan multilevel lain,
sebetulnya prospek akan melihat semakin banyak kejelekan Anda. Dan yang
lebih penting lagi, Anda menciptakan suasana negatif. Prospek tidak akan
merasa nyaman.
Tapi kalau yang prospek
bandingkan ternyata adalah money game, arisan berantai atau skema
piramid lainnya yang menipu. Anda boleh tunjukkan bahwa mereka illegal
dan sangat merugikan masyarakat. Anda bisa tunjukkan penjelasan APLI
tentang bedanya multilevel marketing dengan money game.
6. Tidak jujur mengundang
atau janji temu
Sebagian distributor tidak
PD dan sudah berpikir negatif saat mengundang. Mereka khawatir kalau
mengundang untuk pertemuan bisnis, orang pasti tidak mau. Karena itu
mereka mengundang dengan alasan acara makan-makan, memanfaatkan
pertemuan arisan dsb.
Saat pertemuan, prospek
’kaget’ kok acaranya menawarkan bisnis? Mereka merasa Anda tidak jujur.
Kalau sudah begini, jangan harap mereka percaya kepada presentasi Anda.
OK, yang penting dari
segalanya adalah Anda selalu yakin bahwa presentasi ANDA akan CLOSING….
Ditulis Oleh Administrator
www.begreatvision.com
(dicopy dari milist TCI) |