|
Seni Mengevaluasi Diri
Oleh:
Hingdranata Nikolay
Yang
telah belajar NLP tahu bahwa ajaran NLP adalah 'melihat' ke depan, atau
FOKUS pada OUTCOME. Yang belum paham akan berargumen kenapa kita tidak
menghargai pengalaman atau sejarah. Apakah NLP melarang kita
mengevaluasi ke belakang? Tidak juga. Yang tidak dianjurkan adalah
melihat ke belakang dan FOKUS pada masalah atau situasi yang tidak
bermanfaat. Jebakan saat kita melihat atau mengevaluasi ke belakang
adalah BINGKAI seperti "Salah siapa ini?", "Kenapa ini harus terjadi
pada saya?", "Kenapa saya harus menderita seperti ini?", "Kenapa saya
tidak seberuntung mereka?", "Kenapa ini terjadi?", "Saya tidak mungkin
bisa berhasil", "Saya tidak mampu melakukannya" , dan lain-lain.
Entah mengevaluasi ke belakang apa yang telah kita pikirkan, lakukan,
atau membidik ke depan apa yang perlu kita pikirkan dan lakukan,
keduanya tergantung pada BINGKAI berpikir dan bertindak kita. Berikut
saya ulas singkat beberapa jebakan dalam 'mengevaluasi ke belakang' dan
solusi BINGKAI berpikir yang bermanfaat.
1.
Jebakan EVALUASI HASIL
Berpikir "Inilah hasil usaha saya" atau "Saya harus terima hasil ini".
Bisa terjebak membenarkan hasil yang dicapai sebagai yang sebenarnya
diinginkan.
SOLUSI -> BINGKAI OUTCOME
-
Tanyakan "Apa yang sebenarnya saya inginkan?" atau "Apa sasaran
sebenarnya yang belum terpenuhi?"
2.
Jebakan EVALUASI MASALAH
Berpikir "Masalahnya adalah ....." atau "Yang berat dalam masalah ini
.....". Bisa terjebak pada masalahnya, yang menyedot waktu, energi dan
fokus.
SOLUSI - > BINGKAI SOLUSI
-
Tanyakan "What's next?" atau "Apa yang perlu saya lakukan berikutnya?"
atau "Apa yang belum saya lakukan?"
3.
Jebakan GENERALISASI dan DISTORSI
Berpikir "Ini sudah yang terbaik dari saya" atau "Ini adalah batas
kemampuan saya" atau "Saya tidak mungkin lebih lagi"
SOLUSI -> BINGKAI KEMUNGKINAN -
Tanyakan 'Bagaimana jika saya lakukan ini ....." atau "Saat saya
pikirkan saya sebenarnya bisa, apa yang memungkinkan itu terjadi?" atau
"Bagaimana jika .......... ini terjadi?"
4.
Jebakan EVALUASI PENYEBAB
Berpikir "Ini semua karena...... ." atau "Kalau tidak gara-gara ....."
atau "Ini semua salah si .........". Bisa terjebak pada menyalahkan
diri atau orang lain, atau membenarkan situasi, sehingga menyedot energi
dan mensabotase pemikiran kreatif.
SOLUSI -> BINGKAI 'BAGAIMANA'
- Tanyakan "Bagaimana ini bisa terjadi?" atau "Bagaimana proses
terjadinya?" atau "Bagaimana saya bisa memperbaiki? "
5.
Jebakan EVALUASI KEGAGALAN
Berpikir "Ini adalah sebuah kegagalan!" atau "Saya telah gagal!". Bisa
terjebak dalam situasi berhenti berusaha pada sesuatu yang sebenarnya
berharga untuk kita.
SOLUSI -> BINGKAI FEEDBACK
- Tanyakan "Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari sini?" atau "Masukan
apa yang berharga dari situasi ini?" atau "Apa yang perlu saya rubah,
tambah, lakukan dengan berbeda, dll., untuk bisa berhasil di kali
berikut?"
Apakah ini berarti kita tidak usah membahas 'masalah'? Tidak juga.
Perhatikan saja FOKUS pemikiran kita. Sebagian kita bisa sangat efektif
dengan mempelajari sebuah masalah. Sebagian tenggelam dalam masalah saat
melakukannya dan buntu dalam solusi karena energi sudah terpakai untuk
memikirkan masalah. Dalam meeting misalnya, berapa persen waktu kita
untuk membahas masalah, berapa persen membahas solusi?
Melihat ke belakang adalah sebuah seni berpikir. Kita melihat ke
belakang dengan tujuan apa? Meratapi? Menyesali? Menyalahkan?
Menangis? Mengkonformasi sakit hati kita? Atau sebagai alat bantu untuk
maju ke depan? Karena kalau kita mau menggunakannya sebagai alat bantu
maju ke depan, maka kita perlu BINGKAI yang lebih sehat dalam berpikir.
'Purpose drives energy', demikian sebuah presuposisi NLP berbunyi: 'Tujuan
yang mengarahkan energi'. Fokus pada masalah, maka ke sana pula energi
kita terbang. Fokus pada solusi, ke sanalah energi kita terkumpul.
Tinggal kita mau mengumpulkan energi kita untuk yang mana. Meratapi
yang telah lalu dan mencari apa dan siapa yang salah, atau membidik
sasaran di depan dan mencari apa yang sebenarnya diinginkan. Di atas
hanyalah beberapa cara melakukannya dengan bermanfaat. Masih banyak
cara, termasuk mungkin yang sudah Anda lakukan sendiri. It's a CHOICE,
anyway!
Mari mengevaluasi diri dengan bermanfaat dan bergerak maju dengan mantap
di tahun 2009!
Have
a positive day!
Hingdranata Nikolay |