|
Tinggalkanlah dan Lupakanlah Audience
Terjemahan bebas dari materi oleh: Doug Stevenson Professional Speaker
INI KEBIASAAN PEMBICARA
Anda punya ketergantungan?
Anda punya ketergantungan pada audience? Apa Anda terus mencari tahu,
apa yang ada di balik wajah-wajah audience Anda, saat Anda berbicara?
Memberi atribut bagi mereka dan bagi diri Anda sendiri? Berbicara dan
pada saat yang sama, menjadi detektif yang menyelidiki audience?
"Ibu yang pake sweater itu,
kayaknya sudah bosan." "Bapak yang di pojok kanan itu, menganggap Saya
bodoh." "Panitia dan pembawa acara ngerumpiin Saya di belakang." "Kenapa
Bapak yang berjenggot itu keluar ya? Apakah Saya mengatakan sesuatu yang
mengecewakannya?"
Anda berbicara, dengan
pikiran yang dipenuhi oleh poin-poin bicara, dan pada saat yang sama
juga berseliweran pemikiran-pemikiran seperti di atas.
INGIN MEMUASKAN ORANG LAIN DAN MELUPAKAN DIRI SENDIRI
Ini disebut dengan gejala
ko-dependensi. Ko-dependensi adalah gejala diri pembicara, yang merasa
butuh dan harus memuaskan orang lain, dan cenderung bergeser dari apa
yang semestinya dilakukan, yaitu: menyampaikan isi bicara.
Biasanya, ia tidak bekerja
dalam hubungan antar personal (one-on-one), karena menipu diri sendiri
dan terlalu banyak berkorban. Dan, ia jadi mematikan jika menjangkiti
seorang pembicara di hadapan audience.
Berat memang, menyampaikan
isi bicara dengan fokus, meyakinkan serta terstruktur, dan sekaligus
tidak mencoba menjadikan setiap orang di dalam audience menyukai Anda.
Untuk presentasi Anda yang
akan datang, berhentilah mencoba menyenangkan seluruh audience.
SEBAB, SUDAH TERLAMBAT
Waktu untuk berpikir
tentang memuaskan audience, adalah bukan pada saat Anda telah berdiri di
hadapan audience. Sebab, saat itu adalah sudah sangat-sangat terlambat.
Saat yang tepat untuk berpikir dan mengupayakan kepuasan audience adalah
di rumah, saat persiapan. Itulah saat di mana Anda bisa meng-kustomisasi
bahan bicara Anda. Ini melibatkan assessment tentang kebutuhan mereka,
tambahan atau pengurangan cerita, kutipan, humor dan berbagai poin
lainnya.
Berlatihlah di RUMAH, jangan di PANGGUNG!
Perhatikanlah! Praktek
bisnis terbaik, adalah disebabkan oleh lebih banyaknya waktu yang
dialokasikan untuk persiapan, dan lebih sedikit waktu yang dibuang-buang
untuk meragukan berbagai hal.
Perhatikanlah pembicara
yang baik. Anda akan mendengarkan berbagai hal seperti poin-poin,
kutipan, cerita atau humor, yang seperti sudah dihapalkan oleh pembicara.
Dan jika Anda melihat atau mendengarnya begitu situasional seperti
spontan dan mengalir, itu juga telah dipersiapkan.
Tidak ada hoki di sini.
Mana yang benar, memuaskan
audience di hadapan audience, atau memuaskan mereka sebelum bertemu
mereka?
Dua-duanya benar. Saat Anda
menyaksikan sebuah panggung sandiwara, di sanalah sang aktor punya kerja.
Ia punya tugas dan pekerjaan: menyampaiakn dan menampilkan apa saja yang
telah dilatihnya, berjam-jam, berhari-hari, berminggu atau berbilang
berbulan sebelumnya.
Ia akan melakukannya setiap
kali ada acara manggung atau setiap kali kelompoknya "ditanggep".
Penontonnya terus berubah, adegannya tetap sama. Begitu seterusnya. Ia
tidak terikat oleh keharusan untuk berkoneksi dengan audience. Ia hanya
terikat oleh keharusannya untuk tampil secara konsisten. Selagi
kualitasnya tetap konsisten atau terus meningkat, penonton akan terus
berdatangan.
Jadi poinnya, bukan tentang
tidak memuaskan audience sama sekali. Akan tetapi, tentang fakta bahwa
reaksi audience tidaklah berkorelasi secara langsung dengan apa yang
harus disampaikan.
Tanggungjawab pertama Anda
sebagai pembicara, adalah tampil berbicara dengan baik, dan tidak
mengaitkannya secara langsung dengan feedback audience. Sebab, jika Anda
berupaya terlalu banyak untuk memuaskan audience, mereka malah tidak
akan puas. Fokus Anda turun, dan Anda akan kehilangan kekuatan. Inilah
ko-dependensi itu.
Hal yang sama juga dengan
cerita atau joke. Jika Anda sudah punya satu atau beberapa yang bisa
bekerja, yang bisa membuat audience terinspirasi atau tertawa, tidaklah
terlalu perlu untuk selalu memodifikasinya setiap kali akan tampil
bicara. Audience Anda toh orang yang selalu berbeda. Mengapakah Anda
memaksa diri untuk mengkustomisasi, sesuatu yang sudah bisa bekerja
dengan baik. Jika Anda yakin bahwa perubahan yang dilakukan memang lebih
baik, barulah Anda lakukan.
Tantangan terbesar buat
Anda, adalah justru meluangkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan
diri. Dan saat akhirnya berdiri di depan audience, tidak usah
mengkhawatirkan kepuasan mereka. Tampil saja seperti yang telah Anda
persiapkan. Percayalah, audience Anda akan me-respek Anda.
Anda diharuskan untuk
memuaskan audience karena untuk merekalah Anda berbicara. Tapi dalam hal
ini, Anda tidak perlu memuaskan audience jika Anda menjadikannya beban
berat yang merusak penampilan Anda di depan mereka.
Hidup ini lucu bukan?
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|