-
Hindari berbicara,
bersuara keras dan berteriak yang tidak perlu.
-
Hindari berbicara di
lingkungan yang berisik.
-
Kepada seseorang dalam
suasana hiruk pikuk atau kepada orang yang punya kesulitan mendengar,
berbicaralah lebih lambat, hadapi wajahnya, dan gunakan artikulasi
yang akurat.
-
Hindari berbicara
kepada seseorang dari jarak jauh atau dari ruang yang berbeda.
Pergilah mendekat, atau minta mereka mendekat.
-
Jika berbicara di
hadapan sekelompok orang, gunakan mikrofon atau usahakan sedekat
mungkin dengan mereka. Sekali lagi, perlambat bicara Anda dan
gunakan artikulasi yang tepat.
-
Hindari bicara dalam
situasi tegang atau saat Anda sendiri sedang tegang.
-
Saat berbicara di
telepon, peganglah gagang telpon dengan baik, hindari posisi bahu
dan pipi yang menegangkan leher. Jangan berbicara di telepon sambil
berbaring.
-
Hindari batuk dan
berdahak. Jika Anda merasakan gatal di tenggorokan Anda, cobalah
untuk menelan atau minumlah seteguk air. Anda juga bisa melakukan "batuk
sepi": tiuplah udara dari paru-paru Anda dengan keras dan cepat.
Suara yang akan terdengar hanya seperti aliran udara. Lalu
menelanlah.
-
Gunakan suara Anda
secara minimal jika Anda sedang menderita pilek berat atau mengidap
laringitis. Jangan berbisik dan jangan paksa suara Anda untuk
berbicara lebih keras.
-
Hindari berbisik-bisik.
-
Hindari suara-suara
yang bukan bicara, seperti meniru suara mesin atau suara binatang.
-
Hindari berbicara
panjang hanya dengan satu nafas. Ambillah jeda-jeda untuk
merekondisi udara di paru-paru Anda, supaya Anda tidak meremas
tenggorokan Anda sendiri.
-
Wanita harus lebih
berhati-hati dan membatasi tuntutan untuk bersuara, sebelum dan
selama masa menstruasi. Aktivitas berbicara di saat itu dapat
menurunkan tingkat estrogen. Dan jika ini terjadi di saat-saat
sebelum menstruasi, beberapa wanita dapat mengalami komplikasi atau
gangguan suara.