|
Salah
Persepsi - Salah Perfeksi
Dari
materi oleh Barbara Rocha
Pikirkanlah kembali
saat-saat Anda menjadi korban dari pembicara yang membosankan dan tidak
enak didengar. Pembicara itu mungkin sangat baik secara teknis, tapi ia
tidak memiliki koneksi dengan audiencenya, atau dengan subjeknya.
Tulalit. Nomor yang Anda tuju...
Gejala itu bisa muncul
karena salah persepsi tentang kesempurnaan. Salah perfeksi. Berikut
adalah berbagai aspek kelemahan yang berakar pada orientasi kesempurnaan.
SALAH FOKUS
Pembicara yang menjadi
tidak efektif gara-gara salah perfeksi, secara umum lebih berfokus pada
dirinya sendiri ketimbang audience. Presentasi mereka terkesan mekanis
dan datar-datar saja. Orientasi ini memang memikat, tapi amat menjerat.
Keinginan untuk tampil
sempurna membuat pembicara terlalu memikirkan soal gesture, soal "eh..."
"anu..." dan sebagainya. Keinginan itu bisa mendorongnya menulis semua
yang akan dikatakannya. Kata per kata.
Dan jika itu yang
dilakukannya, maka ia dalam bahaya.
BUKAN SASARAN PEMBICARA
Pikirkanlah. Jika Anda tahu
ada seorang pembicara yang menurut Anda sempurna, dan kemudian Anda
menyukainya, tanyalah pada diri sendiri; benarkah Saya menyukainya
karena Ia sempurna, atau karena kedekatannya dengan Saya?
MENCIPTAKAN KEPALSUAN
Public speaking adalah
tentang berbagi ide, dan berfokus pada audience. Public speaking
bukanlah tentang bagaimana sempurnanya pembicara, saat terlihat di depan
orang banyak. Bukan juga tentang kesempurnaan persiapannya, untuk maju
ke depan dan berbicara.
Mengapakah kita berupaya
mencapai kesempurnaan dalam presentasi, padahal hasil maksimal yang akan
diperoleh audience hanyalah kepalsuan?
MEMBUAT AUDIENCE TIDAK NYAMAN
Audience akan merespon
dengan baik bila mereka merasa nyaman bersama pembicara. Bila mereka
merasa punya keterkaitan dengannya. Bila mereka bisa merasakan bahwa
sang pembicara adalah manusia yang asli dan otentik. Itu semua akan
hilang, dan dengan segera audience akan menjadi tidak nyaman, manakala
si pembicara mulai "ngotot" untuk membuat mereka terkesan.
Sang pembicara telah salah.
Ia semestinya menyampaikan poin-poin yang bisa membantu audience.
HILANGNYA RASA PERCAYA DAN SIMPATI
Bagian terpenting dari
setiap presentasi, adalah faktor koneksi. Koneksi itu mengatakan kepada
audience, bahwa si pembicara adalah otentik dan dapat dipercaya. Dan
bila pembicara bisa dipercaya, maka audience akan lebih rela memberikan
maafnya, untuk berbagai kesalahan dan kekhilafan.
ANDA TIDAK PERLU SEMPURNA
Tidaklah perlu menjadi
sempurna, kamu itu. Cukuplah Anda, menjadi manusia sahaja.
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|