|
Public
Speaking and Leadership
Materi oleh: Peter Urs Bender
Ada banyak sekali orang yang khawatir,
grogi, atau takut, pada yang namanya "berbicara di depan publik". Di
dalam orang-orang ini, termasuk juga para pemimpin dari berbagai
perusahaan besar. Padahal, public speaking dan leadership adalah
pasangan sehidup semati yang abadi. Bayangkan bahwa Anda harus berbicara
di depan orang banyak, di suatu event rapat umum pemegang saham (RUPS)
atau sesi pertemuan yang sejenis:
-
Anggota dewan direksi,
mengkhawatirkan laba yang rendah atau malah kondisi merugi.
-
Para pemegang saham, kecewa karena
turunnya nilai pasar saham, atau turunnya dividen jatah mereka.
-
Kelompok LSM, berdemo atau memprotes
praktek atau kebijakan perusahaan.
-
Manajemen dan karyawan,
mengkhawatirkan PHK.
Apakah Anda mau berbicara di
hadapan audience seperti itu?
Mungkin Anda tidak mau, tapi
Anda harus. Bagaimanakah caranya agar Anda bisa meninggalkan jejak-jejak
impresi yang positif bagi mereka?
DUA HAL UNTUK
MENUJU SUKSES: PUBLIC SPEAKING DAN LEADERSHIP
Untuk menciptakan sebuah presentasi yang
powerful, Anda harus terkoneksi dengan pesan Anda. Semakin
Anda intim dengan topiknya -- dengan kata lain, semakin
yakin Anda berkaitan dengan topik itu, alias semakin PD Anda
tentang topik itu, ditambah dengan kemampuan 'merasakan'
dan keinginan untuk berbagi dengan orang lain, maka akan
semakin powerful presentasi Anda.
Bayangkan ada dua orang pembicara.
Seorang berbicara tentang sesuatu yang telah dipelajarinya, dan seorang
yang lain berbicara tentang sesuatu yang ia telah hidupi di dalamnya. Di
manakah letak perbedaannya?
Pembicara pertama, pengetahuannya adalah
sumber pengetahuan sekunder yang didasarkan pada pengalaman orang lain.
Pembicara ini lebih "dekat ke otak", lebih intelek. Itu bagus. Hanya
saja, cenderung tidak meninggalkan jejak impresi yang permanen.
Pembicara kedua, pengetahuannya adalah
mata air utama. Ia bukan tentang sumber mata air. Ialah mata air itu.
Pembicara itu bukan sumber pengetahuan, pembicara itulah pengetahuan.
Pembicara itu punya emosi, humor yang alamiah tentang suka-duka
yang dialami, dan mata batin yang peka akan bidangnya. Semakin banyak
pembicara mendasarkan presentasinya pada pengalaman pribadi, semakin
baik presentasinya. Begitu pula yang berlaku untuk kepemimpinan.
Para pemimpin yang powerful, adalah para
pemimpin yang telah memimpin dirinya sendiri. Buku teks dan sekolah
bisnis memang amat membantu. Lebih dari itu, memiliki visi, semangat,
dan keberanian, adalah jiwa dari buku teks dan sekolah bisnis yang telah
dienyamnya. Itulah yang lebih diperhitungkan. Dan ingatlah bahwa
sesungguhnya kualitas dan karakter ini telah ada di dalam diri Anda!
Powerful leadership dan powerful
presentation punya hubungan yang intim.
Powerful leadership datang dari pengetahuan mendalam tentang diri
sendiri. Powerful presentation datang dari kemampuan mengekspresikan
diri dengan efektif. Jadi, amatlah penting bagi Anda, untuk
mengembangkan keduanya sekaligus.
MEMIMPIN DARI
DALAM
Orang-orang yang telah lama mempelajari
manusia, akan sampai pada kesimpulan bahwa: Kepemimpinan datangnya dari
dalam. Ini artinya, Anda tidak berbeda dari Bill Gates, Peter Munk, Ted
Rogers, Michael Cowpland dan sebagainya. Anda semua adalah bibit unggul
yang sama.
Ada beberapa keahlian penting yang bisa
Anda pelajari, untuk menumbuhkan serta menyuburkan bibit itu. Pilihan
Anda untuk tidak atau mau mengembangkan keahlian ini, menentukan sukses
atau tidaknya Anda.
Hal terbesar yang menghalangi
Anda, adalah ketakutan Anda. Anda mungkin takut untuk berdiri dan ambil
bicara, mengungkapkan isi hati dan pikiran Anda. Mungkin juga, Anda
khawatir akan menuai kritik dan cemooh, atau merasa akan terlihat bodoh.
Berikut ini adalah lima
langkah mendasar untuk mengembangkan kepemimpinan dari dalam.
1.
Kenalilah Diri Sendiri
Plato telah mengatakannya 400
tahun sebelum masehi. Stephen
Covey dan Anthony Robbins mengatakannya hari ini. "Ketahuilah
nilai-nilai pribadi Anda. Dengarlah suara hati." Kepemimpinan lebih dari
sekedar mengatur orang lain. Kepemimpinan dimulai dengan memimpin diri
sendiri. Dengan memahami apa yang terpenting, melakukan hal yang
terpenting, dan membangun integritas. Dengan membangun konsistensi
antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Itu sebabnya, pemimpin
yang paling efektif adalah pemimpin yang memimpin dengan contoh dan
teladan.
2.
Milikilah Visi dan Semangat
Visi adalah gambaran dari
dalam, tentang sesuatu yang belum terjadi. Visi adalah impian, dengan
rencana, dengan deadline, dan dengan tindakan. Mulailah dengan ide.
Ide inilah yang merupakan cetak biru, seperti cetak biru untuk bangunan
pencakar langit. Inilah yang memandu strategi dan tindakan, yang
menjadikannya sebuah kenyataan.
Identifikasi ide visi Anda
dengan mewaspadai apa yang sering melintas di kepala, dan apa yang hati
Anda terus-menerus menyuarakannya. Suara di kepala Anda memanggil, hati
Anda memanggil. Itulah panggilan untuk jiwa dan visi Anda.
Waspadai ini: paling...,
lebih..., ter... Untuk
merealisasi visi, Anda harus punya semangat.
Apa yang membuat Anda sangat
bersemangat? Itukah visi Anda? Apa yang Anda sangat bersemangat
menceritakannya kepada orang lain? Itukah visi Anda?
Waspadai ini: desire,
motivasi, misi, arah. Semangat adalah kekuatan yang mengubah ide menjadi
kenyataan.
3.
Ambillah Risiko
Anda mau membeli perusahaan
yang penjualannya di seluruh dunia mencapai 700 milyar dollar tahun
1994, tapi hanya 300 milyar dolar di tahun 1995?
Michael Cowpland mau. Ia membeli
WordPerfect, dan dengan berani menantang Microsoft Word. Ia percaya
bahwa dengan beberapa perubahan, WordPerfect akan menjadi pengolah kata
nomor satu di dunia.
Ia mungkin kalah dari Microsoft Word,
tapi ia telah berani mengambil risiko untuk kekaisaran softwarenya. Ia
adalah contoh manusia yang menikmati risiko. Tidak selalu berhasil
memang. Ia -- seperti pengambil risiko lainnya, hanya tahu satu hal:
mereka memang "harus" melakukannya.
Ray Croc, Walt Disney atau Mary Kay Ash,
harus "gagal" tujuh kali sebelum berhasil. Thomas Alva Edison, harus "gagal"
700 kali sebelum ia memberi kita bohlam. Dan ia mengatakan, "Saya telah
'berhasil' menemukan 700 cara yang salah untuk membuat lampu pijar."
Kolonel Sanders, harus
mendatangi lebih dari 900 restoran sebelum kita bisa menikmati Kentucky
Fried Chicken.
Tanyalah diri Anda sendiri,
berapa kali harus jatuh dan lecet, sebelum bisa naik sepeda.
Sesungguhnyalah, Anda adalah pengambil risiko yang sejati.
Mengambil risiko adalah
bertindak sesuai keyakinan.
Mau merubah pikiran dan
perbuatan. Menggeser paradigma, mengambil keputusan, menjaga komitmen,
bicara nyeplos, dan berbagi kekuatan dengan orang lain.
4.
Berkomunikasilah
Ini yang sedang kita pelajari
dan dalami. Tahukah Anda, sebelum Windows 95 dirilis, tuan Gates telah
menyewa seorang konsultan bicara? Tuan Gates belajar keras untuk
berkomunikasi, mengkomunikasikan Windows-nya. Dan tahukah Anda? Anda
sedang menggunakannya detik ini!
Ingatlah bahwa semua
organisasi dan perusahaan adalah sama.
Setiap orang di dalamnya,
harus bisa mewakili organisasi atau perusahaan, kapan pun ia terlibat
dalam komunikasi. Setiap orang di dalam organisasi dan perusahaan,
adalah salesman. Belum lagi: meeting, rapat, telepon, surat, email, web,
sms dan seterusnya.
Berkomunikasilah.
5.
Ceklah Selalu Progres dan Hasil
Monitorlah segala sesuatu.
Lihatlah bagaimana
orang meluncurkan roket. Lihatlah bagaimana ruang UGD. Lihatlah apa yang
terjadi di BMG. Lihatlah meeting setiap pagi di kantor Anda. Monitorlah
segala sesuatu. Jagalah agar tetap di jalur.
POWER
PRESENTATION
Rahasia power presentation ada
pada:
-
Kata-kata
-
Bahasa tubuh
-
Perlengkapan bicara
-
Lingkungan bicara
-
Persiapan bicara
Latihlah selalu, cara terbaik
untuk menyuarakan poin terpenting Anda. Lakukan setidaknya untuk 60
detik. Jiwailah poin terpenting Anda.
Mulailah selalu dengan
tersenyum. Simple, paling
powerful. Aslilah, hangatlah, tuluslah, percaya dirilah.
Manfaatkan sedikit humor.
Usahakan berasal dari pengalaman pribadi.
Padati dengan kata-kata
positif.
Hidupkan bicara Anda. Beri
perasaan, rasa saling percaya, dan antusiasme.
Gerakkanlah audience Anda.
Mintalah mereka bertindak.
LEADERSHIP DAN POWER PRESENTATION:
MENGAWINKAN KEDUANYA
Hadapi kenyataan. Anda adalah
pemimpin. Anda mungkin CEO, presdir, direktur, general manager, manager,
supervisor, atau ketua tim. Berkomunikasilah sesuai kenyataan itu.
Hadapi hal negatif dengan adu
kepala. Jadilah domba garut. Mulailah dengan menyampaikan fakta.
Bila perlu, mintalah bantuan
ahli grafis profesional untuk mendukung presentasi Anda.
Dengar dan simak jika audience
bicara, apapun bicaranya.
Sekalipun mereka bicara gila,
dengarkan juga.
Rilekslah.
Temukan gairah dan ghirah
Anda. Berbagilah dengan mereka. Ingatlah bahwa setiap orang ikut
bertanggung jawab untuk kesuksesan perusahaan atau organisasi.
Berlatihlah sebelumnya.
Senyum dan jagalah perspektif
Anda.
Ambillah risikonya. Berbeda,
tidak diharapkan, atau bahkan sedikit fun itu sudah biasa.
KESIMPULAN
Memimpin di zaman ini, adalah
memimpin dengan berbicara. Bicara di zaman ini, adalah berbicara dengan
memimpin. Memimpin adalah lebih dari sekedar menyuruh-nyuruh orang lain.
Memimpin juga bersuara. Memimpin juga berbicara.
Teladan dan contoh nyata ya,
tapi bicara yang powerful juga. Teladan dan contoh sudah pasti.
Tapi tanpa bicara,
kepemimpinan Anda pasti sudah mati.
"Powerful leadership comes from
knowing what matters to you. Powerful presentations come from expressing
this effectively. "
Peter Urs Bender - Speaker and Leader
*******
|