|
Menjawab Pertanyaan
Kasar
Terjemahan bebas dari materi oleh: Lenny Laskowski LJL Seminars
Bisa jadi, salah satu dari audience Anda
akan menanyakan satu pertanyaan yang keras, kasar atau menyinggung
intelektualitas dan pribadi Anda. Berikut adalah tips untuk menghadapi
dan menjawabnya.
DENGAR
Dengarkan pertanyaannya sekasar apapun atau
sekeras apapun isinya. Sekalipun ia langsung membuat merah telinga Anda.
Jaga diri dan emosi Anda agar tidak terpancing, untuk langsung menjawab
atau mematahkan pertanyaannya. Dengar baik-baik dan ulangi keras-keras.
Ini akan meyakinkan seluruh audience bahwa Anda memang mendengarkan
pertanyaannya.
LANGSUNG
Jawablah secara langsung. Tataplah secara
langsung si penanya. Jawab pertanyaan pendek dengan jawaban pendek. Jika
pertanyaannya membutuhkan diskusi lebih lanjut, tawarkan untuk
melakukannya bersama audience lain yang berminat.
BERPEGANGLAH KUAT-KUAT
Berpeganglah kuat-kuat pada poin-poin bicara
Anda. Sebisa mungkin jawab dengan merefer kembali poin-poin dari isi
atau materi bicara Anda. Jika mungkin juga, manfaatkan pertanyaan itu
untuk memperkuat dan sekaligus mengklarifikasi poin Anda.
ANTISIPASI
Antisipasilah jenis dan bentuk pertanyaan
seperti ini dengan persiapan dan latihan. Siapkan bahan yang bukan
menjadi bagian dari materi bicara Anda jika perlu. Dan pada saat
pertanyaan itu muncul, barulah bahan itu Anda keluarkan. Ini bisa
merupakan slide, gambara atau tulisan di flipchart, atau bahkan modul
materi Anda dari sesi bicara yang lain.
Biasakan "memperluas" materi Anda ke tiga
atau empat wilayah yang terkait. Wilayah ini tidak menjadi bagian dari
isi dan sesi bicara Anda, akan tetapi mempunyai keterkaitan dan bisa
diprediksi arahnya.
(Mod: Jika Saya bicara pajak, Saya juga
mempersiapkan beberapa materi untuk wilayah "politik", "hukum dan
perundangan", "moral dan keadilan" serta "hubungan antar manusia".)
RAMAH
Selalulah jaga temperamen Anda. Presentasi
yang nyaman akan melahirkan aura confidence -- bagi setiap orang. Dan
ini, akan mereduksi berbagai kemarahan, ketidakpuasan atau kekecewaan.
Hadapi "audience yang kurang sehat" ini sebagai teman. Dan ia akan
menjadi teman.
Jika Anda mencoba menjatuhkan, maka sisa
audience akan segera bersimpati kepadanya.
(Mod: Saya punya beberapa klien yang hostile
seperti ini. Kami menghadapinya dengan ramah. Kini, mereka adalah klien
yang paling setia mereferensikan teman-temannya untuk menjadi klien kami.
Hampir dalam setiap sesi training atau pelatihan, selalu ada 2 atau 3
peserta yang merupakan 'kiriman' mereka. Musuh bebuyutan, saat berhasil
dijadikan teman, akan menjadi sekutu yang paling tangguh.)
KATAKAN SEBENARNYA
Selalulah mengatakan sesuatu secara faktual
dan sebenarnya. Jika Anda mencoba membengkokkannya, hampir selalu Anda
akan tertangkap basah. Bermainlah dengan lurus, dan biarkan Anda lemah
untuk sementara.
ONE BY ONE
Perlakukan dua pertanyaan dari satu orang
sebagai dua pertanyaan terpisah. Pertanyaan yang membuat Anda
tersinggung, tidak boleh mengacaukan pertanyaan lain yang lebih lunak.
Sekalipun, ia keluar dari mulut yang sama.
WASPADAI GESTURE
Jangan menjawab sambil menunjuk, menuding
atau berkacak pinggang. Anda akan memberi kesan menceramahi. Dan ini,
akan membuatnya semakin ganas.
THE SHOW MUST GO ON
Pertanyaan yang buruk dan merusak mood Anda
hari itu, tidak boleh membuat Anda menurunkan performa. Naik dan turun
itu biasa, tapi segalanya harus berjalan sesuai rencana. Jangan buat
audience yang lain ikut merasakan penderitaan Anda.
SIMPULKAN DENGAN CERDAS
Persiapkan penutupan yang mengesankan.
Termasuk, untuk "si penanya gila". Hadapi saja, karena itu soal biasa.
Dicopy dari: milis-bicara.blogspot.com
*******
|