|
Memecah Kebekuan
Bicara
Dr
Helen Z. Landon, PhD
Saat berbicara dengan
seseorang atau sekelompok orang, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam
menemukan bahan pembicaraan. Apalagi, jika orang atau orang-orang itu
baru saja Anda kenal.
Dalam situasi itu, Anda
punya dua pilihan. Pertama, Anda bisa memecahkan kebekuan, atau kedua,
Anda terus-menerus tersiksa saat harus bertemu dan berhadapan dengan
orang-orang baru.
Berikut ini adalah tips
yang bermanfaat agar Anda bisa menjadi "pemecah es" yang hebat.
I.
MEMPERSIAPKAN DIRI
BERHENTILAH MELABELI
NEGATIF DIRI SENDIRI
"Saya emah pecundang." "Aku
nggak bakal pernah punya teman." "Saya memang kuper." "Saya nggak pernha
bakal tahu gimana memulai percakapan." STOP!!!
IDENTIFIKASI KEKUATAN
DIRI
Identifikasi, selidiki,
pahami, dan ulangi setiap kali.
UBAH KONSEP SOSIAL
Ubahlah konsep Anda menjadi
begini: Bersosialisasi tak pernah merugikan. Itu adalah silaturahim
dengan saudara. Nothing to loose jika harus bertemu dengan orang-orang
baru. Nikmati saja, tidak usah dipikirkan. Lakukan.
HENTIKAN BENTUK-BENTUK
PENOLAKAN
Terima semua tawaran
sosialisasi yang Anda anggap bermanfaat. Ambil semua peluang bicara.
Jangan tolak ajakan yang membuka peluang networking, berkenalan,
berbicara, berguna dan bermanfaat.
II. MEMECAH ES KEBEKUAN
TANYAKAN PERTANYAAN
STANDAR
"Maaf, boleh tahu nama
Bapak?" "Apa kabar?" "Anda kerja di sini?" "Bapak sudah lama kenal
dengan tuan rumah acara kita?"
Jadilah ingin tahu.
TANYAKAN INFORMASI
"Maaf, toiletnya di mana ya?"
"Kantor administrasinya yang mana sih?" "Mau narok payung di mana ya?"
BERI PUJIAN
"Waw, mobil Bapak baru ya?"
"Duilee.. kayaknya yang ini bintangnya ya?" "Amboi.. Anda percaya diri
banget!"
KOMENTARI SITUASI
"Kayaknya, lampu di sini
terlalu gelap ya?" "Kok nggak mulai-mulai ya, acaranya?" "Kita ini
menghadap ke arah mana ya? Sudirman itu sebelah mana?"
GUNAKAN HUMOR
"Mas, mas, Bapak itu kok
kayak kutu loncat aja ya?" "Mas, tau nggak artinya "pembicara?"
CAMKAN INI
Bertanya Mendengar aktif
Cerita tentang diri sendiri Focus pada situasi - ini anti tulalit Ambil
risiko, jadilah orang yang pertama bicara Pelihara rasa ingin tahu -
yang sehat Bicara dua arah Jadi diri sendiri Cari kesamaan
TANDA KEBERHASILAN (Ada
pada lawan bicara)
Tersenyum Gesture terbuka -
tidak berkacak pinggang, tidak seperti berjaga atau bertahan Bersandar
dengan santai Bersentuhan - salaman, menepuk bahu (hati-hati dengan yang
ini!!!) Kontak mata - hati-hati juga khususnya untuk lawan jenis Cara
menegakkan kepala yang rileks Menghadapkan wajah secara penuh
Mempertahankan jarak yang nyaman
LATIHAN
Minta tolong teman,
keluarga saudar dan sebagainya Praktekkan dalam berbagai situasi bicara
(kondanga, pesta, meeting dsb) Visualisasikan skenario yang berbeda -
visualisasikan sukses Visualisasikan perubahan diri, dari menolak
menjadi menerima.
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|