|
Menghadapi
Interupsi
Terjemahan bebas materi dari: "Communication For Confidence"
Interupsi: Kemungkinan
adalah kata yang paling dibenci dalam arena komunikasi.
Adalah sangat mudah bagi
seseorang, untuk terperosok ke dalam kebiasaan menginterupsi orang lain.
Pada beberapa orang, kebiasaan ini bahkan sering tidak disadari oleh
pelakunya sendiri.
Pertama, Anda harus
membenci sikapnya, dan bukan orangnya.
Orang yang menginterupsi,
biasanya punya niat dan motivasi yang kuat. Dan tipe orangnya bisa
dibagi menjadi:
1. Tahu segalanya sebagai "Kamus
Berjalan"; 2. Pokoknya serba tahu saja. Titik.
Mempelajari tipe-tipenya di
atas, akan membantu kita memanfaatkan mereka.
Kita pasti pernah bertemu
dengan orang yang hobi menginterupsi (sekalipun sebenarnya tidak perlu
menginterupsi). Kita juga pernah bertemu dengan orang yang menginterupsi
dengan ide yang bagus, nyeleneh atau malah kita anggap gila. Beberapa
dari orang-orang ini adalah orang yang kreatif. Proses berpikir mereka
tidak linier. Beberapa di antaranya bahkan punya pola pikir kuantum (cenderung
acak dan melompat-lompat).
Coba Anda perhatikan,
pebisnis yang sukses biasanya punya orang-orang semacam itu di sekitar
mereka! Karena apa? Karena mereka bisa berpikir dengan cara yang berbeda.
Mereka bisa memberi perspektif yang tidak bisa diberikan oleh orang
lain. Membuang mereka, bisa jadi justru merugikan. Akan tetapi, tidak
semua interupter punya kualifikasi seperti ini. Itu sebabnya, kini kita
pelajari perbedaannya.
Tindakan atau perilaku
menginterupsi, pada dasarnya tidak buruk. Mari kita lihat beberapa
teknik yang bisa menghandle atau bahkan memanfaatkan para destroyer ini.
Penting: Gunakan penilaian
situasional di sini. Lihatlah kesesuaiannya dengan situasi yang sedang
dihadapi.
PELAJARI PERILAKU INTERUPSI DALAM DIRI SENDIRI
Interupsi tidak terjadi
hanya dalam pembicaraan yang mengeluarkan bunyi, akan tetapi juga
terjadi di dalam pikiran dan tindakan kita yang tanpa suara. Interupsi
verbal amat mudah dikenali. Jika Anda ingin menuntaskan masalah ini,
coba dan pahamilah semua area dalam kehidupan Anda, di mana Anda
menginterupsi diri sendiri.
Beberapa objek seperti
telepon yang masuk, sering menginterupsi aktivitas kita dan membuat kita
uring-uringan. Kita sering menganggapnya terjadi di waktu yang tidak
tepat.
KETAHUI TUJUAN INTERUPSI
Interupsi itu seperti
orangnya, punya maksud, tujuan dan pesan. Sekali kita bisa mengetahui
setidaknya tiga area dalam hidup kita, di mana kita menderita karena
interupsi, mulailah melihat berbagai kemungkinan alasan yang
menciptakannya.
Terlepas dari mekanismenya
(seperti contoh telepon di atas), Anda juga bisa melakukan interupsi di
dalam proses berpikir. Ini adalah sangat penting. Cara terbaik untuk
me-manage-nya adalah dengan berfokus pada interupsi itu.
Alam tak sadar kita sangat
protektif, dan jika "ia" merasa bahwa kita melupakan sesuatu, "ia" akan
membawanya ke alam sadar. "Ia" melakukannya dengan mengirimkan sinyal,
baik langsung maupun tidak langsung. Selalulah menghargai sinyal-sinyal
ini. Semakin Anda menghargai mereka, akan makin berguna mereka bagi Anda.
Contoh: Anda sedang bersiap
untuk memulai kerja. Sementara itu, berulang-ulang melintas "penampakan"
yang mengatakan bahwa HP Anda ketinggalan di rumah. Ia terus-menerus
muncul di kepala Anda. Anda mengecek tas, dan ternyata HP itu ada di
sana. Maka kemudian Anda akan mulai mengabaikan "penampakan" itu. Dalam
situasi ini, hargai "penampakan" ini dan pahami bahwa ia telah terjadi.
Jika Anda membencinya,
mencoba menekannya atau menjadi stress gara-gara itu, Anda sebenarnya
mulai tidak mempercayai alam tak sadar Anda. Hindarilah perilaku seperti
ini.
SADARLAH SAAT ANDA MENGINTERUPSI ORANG LAIN
Apa yang terjadi adalah,
alam tak sadar Anda sedang mencoba mengabdi pada Anda. Atau bisa juga, "ia"
adalah ego Anda yang sedang berupaya untuk unjuk gigi, dan menampilkan
betapa "ia" adalah orang yang sangat penting.
Cara terbaik menghadapinya:
tertawakan saja "ia" atas usahanya itu.
Tertawakan dalam hati, dan
berterimakasihlah atas pesannya. Tandai pesan itu, dan sampaikan
belakangan, setelah orang lain selesai bicara. Bisa jadi, memang penting
bagi orang lain untuk mendengar pesan itu.
Ide dasarnya adalah, tidak
memaksakan interupsi, akan tetapi menyalurkannya dengan cara yang
berbeda.
MENGHADAPI ORANG LAIN YANG MENGINTERUPSI
Ada beberapa cara dalam
menghadapi orang lain yang menginterupsi kita. Dan ini sangat tergantung
pada situasi dan konteks yang ada.
Berhati-hatilah dalam
menggunakan teknik ini.
Jika berhadapan dengan
orang yang mati-matian menginterupsi, Anda bisa mengatakan secara
langsung, "Maaf, bukankah Anda menginterupsi Saya?" atau "Anda
menginterupsi lho!" atau "Bisa nggak, itu Anda jadikan pertanyaan, yang
diajukan belakangan dan Saya jawab nanti?"
Gunakan perasaan dan
penilaian yang sehat saat Anda melakukan ini.
Cara lain, buatlah ia tahu
bahwa ia terlalu banyak menginterupsi dan tunjukkan saja artikel ini
kepadanya. Sederhana bukan?
Dengan begitu, Anda
mencapai dua sasaran sekaligus. Anda menunjukkan kepadanya bahwa Anda
tahu, bahwa ia terlalu banyak menginterupsi. Bahwa Anda menaruh
perhatian kepadanya dan Anda ingin menolongnya.
CARA MEMANFAATKAN INTERUPSI
Akui saja, kita semua
melakukannya. Interupsi adalah alamiah. Sekali Anda bisa menerimanya,
kita bisa mulai belajar tentang bagaimana menggunakan kekuatan interupsi.
Tunggu saja.
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|