| |
Komunikasi itu
Jujur
Oleh:
Hari Subagya
Sebuah hal yang sederhana
dalam berkomunikasi, namun sering kali orang mengabaikan dan banyak
membuat kesalahan. Disadari ataupun tidak disadari, kita layaknya orang
yang mengabaikan udara, padahal kita tidak akan mampu bertahan tanpa
udara hanya dalam lima menit. Apakah hal yang kita abaikan dalam
berkomunikasi itu? Jawabnya adalah: Gerak tubuh dan ekspresi. Gesture
dan posisi duduk maupun berdiri kita. Masih banyak dari kita dalam
berkomunikasi mengandalkan kata-kata. Ini tidak efektif! Ini tidak
effisien.
Bayangkan anda berjumpa
dengan penduduk pribumi yang primitif. Anda tidak mengenal bahasa mereka,
dan merekapun tidak paham apa yang anda ucapkan. Apa yang akan anda
gunakan? Ya betul! Ekpresi wajah, gerak tubuh. Bukan deretan kata-kata.
Jadi gunakanlah bahasa tubuh anda untuk berkomunikasi dalam dunia kerja
dengan baik. Komunikasikan diri anda melalui gerak tubuh yang baik.
Terbuka, ramah dan tidak meremehkan.
Selain itu kekuatan rekam
informasi visual (gambar) jauh lebih kuat dari auditorial (suara). Orang
akan jauh lebih ingat dan melekat dalam benak pikiranya tentang wajah
ramah anda, ketimbang deretan kata-kata manis yang anda ucapkan. Bukan
berarti tutur kata tidak penting, namun dalam pikiran manusia jauh lebih
cepat menangkap informasi yang bersifat visual. Bahkan, orang sangat
sering menilai dari tampilan luarnya, karena memang dalam proses pikiran
manusia ada yang disebut mind-shortcut (jalan pintas pikiran). Apa yang
sekilas dilihat, bisa memberi arti yang banyak. Oleh sebab itu berhati
hatilah dengan kesan pertama. Tidak ada kesempatan kedua untuk kesan
pertama.
Gerak tubuh bisa
mengkomunikasikan banyak hal. Misalnya saja tentang semangat, wibawa,
kecerdasan, kepedulian, bersahabat, ramah, menerima, meremehkan,
mengacuhkan, tidak menganggap, sombong, arogan, sok tahu, bebal,
melawan, penakut, dan banyak lagi informasi yang bisa ditangkap langsung
dengan cepat melalui pandangan sekilas gerakan tubuh anda. Hanya dalam
hitungan detik. Waspadalah!
Seorang customer akan
merasa dilayani dengan baik atau tidak, cukup dalam detik-detik pertama
sebelum ada sepatah katapun terucap. Posisi anda menyambut mereka,
reaksi anda, tatapan mata anda, senyum anda, pergerakan anda dari posisi
pertama ke posisi kedua. Cara anda duduk. Sungguh keahlian anda
memainkan gerakan-gerakan tubuh anda adalah sebuah sarana berkomunikasi
yang luar biasa.
Gerakan tubuh sangat
efektif. Celakanya gerakan tubuh ini sangat sulit dimanipulasi. Ekspresi
dan gerak tubuh benar-benar mencerminkan apa yang ada dalam diri anda.
Sering sekali sebuah kebohongan bisa dideteksi dari gerak tubuh dan
pergerakan mata. Jadi jika anda ingin memiliki kemampuan berkomunikasi
dengan gerakan tubuh, maka ada syarat yang tidak boleh anda lupakan.
Anda benar-benar harus tulus. Jika anda ingin mengkomunikasikan sebuah
kejujuran, maka anda harus jujur. Jika anda ingin terlihat menghargai,
maka anda benar-benar harus menghargai orang yang anda ajak
berkomunikasi.
Lalu bagaimana caranya? Ya
sebaiknya anda mulai dari sini. Mulailah belajar tulus, mulai belajar
jujur. Kalau anda ingin terlihat menghargai atasan anda, maka anda harus
mencari hal-hal baik dari atasan anda yang bisa menjadikannya anda
menghargai atasan anda. Jika anda menaruh respek dan kekaguman pada
atasan anda, maka gerak dan expresi anda akan otomatis menunjukan rasa
hormat anda pada atasan anda. Jadi kejujuran merupakan landasan dari
sebuah komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif dan efisien, karena
sangat sulit menyembunyikan sesuatu bahkan hampir tidak mungkin, apalagi
pada orang orang yang lebih berpengalaman dan memiliki keahlian soal
kebohongan.
Saya akan memberikan satu
tip sederhana yang bisa membuat anda tidak menemukan banyak kesulitan
dalam berkomunikasi dengan siapapun. Tip itu adalah sebuah kalimat yang
harus selalu anda ingat, ketika anda sedang berkomunikasi. “Anda
berbicara dengan human” Ingat ! Anda sedang berbicara dengan manusia.
Siapapun mereka, baik atasan maupun bawahan bahkan pembantu anda di
rumah. Satu hal yang harus selalu anda ingat. Anda berbicara dengan
manusia.
Jika anda ingin memahami
manusia, maka mulailah memahami diri anda. Apa yang anda senang,
perlakuan bagaimana yang membuat anda semangat, perkataan dan perbuatan
apa yang membuat anda kesal dan malas atau bahkan marah. Kenali diri
lebih baik, dan perlakukan siapapun dengan hal hal yang membuat mereka
merasa nyaman, senang, tidak tertekan, tidak dilecehkan, merasa
diperhatikan dan dihargai.
Berkomunikasilah dengan
ekspresi dan gerakan tubuh yang baik. Jika anda berhasil dengan ini,
maka anda bisa mulai dengan intonasi dan penyusunan kalimat-kalimat yang
efektif. Pemilihan kata-kata (diksi) yang tepat. Sekali lagi anda tidak
bisa berkomunikasi dengan kebohongan-kebohong an. Karena komunikasi yang
sebenarnya adalah kejujuran. Hal ini berlaku dimana saja. Dalam dunia
kerja, dalam keluarga bahkan juga dalam cara anda berkomunikasi dengan
konsumen anda. Termasuk di dalamnya dalam dunia promotion dan
advertising. Anda boleh kreatif memainkan persepsi orang namun anda
tidak boleh membohonginya. Salam Perubahan!
*******
|
|