|
Memanfaatkan
Interupsi
Terjemahan bebas dari materi: "Communication For Confidence"
Keahlian dalam menangani
interupsi adalah harta tak ternilai yang layak dimiliki untuk
kepentingan berkomunikasi. Kita harus menemukan segala manfaat terbaik
dari semua bentuk perilaku; bahwa semua perilaku pasti punya hikmah yang
mengikutinya.
Lihatlah bagaimana orang
melakukan interupsi. Anda mungkin merasa bahwa perilaku itu adalah buruk,
apalagi jika dimiliki dan menjadi kebiasaan. Jika Anda bisa mengubah
cara pandang ini - setidaknya untuk situasi tertentu, Anda bisa
mengambil manfaat dari perilaku menginterupsi.
Salah satu kepercayaan
penting yang biasa dimiliki oleh para pembicara yang hebat, adalah bahwa
setiap perilaku dapat dimanfaatkan untuk situasi atau konteks tertentu.
Dengan mempertahankan kepercayaan ini, mereka bisa melihat perilaku
menginterupsi dari sudut yang baru.
Mari kita coba.
Jika Anda sangat pandai
dalam melakukan interupsi, bagaimana dengan ini; menginterupsi pikiran
negatif Anda sendiri? Bagaimana dengan menginterupsi kebiasaan
mengkritik diri sendiri? Menarik bukan?
Jika suatu saat, Anda
berbicara di depan publik, kemudian suara-suara di dalam kepala Anda
mengatakan bahwa bicara Anda saat itu buruk sekali, mengapa Anda tidak
menginterupsi suara-suara itu?
Menguasai teknik ini
tidaklah terlalu sulit. Saat Anda menginterupsi diri sendiri, yakinkan
bahwa Anda mengarahkan alam sadar Anda ke berbagai hal yang positif dan
menyenangkan. Pada saatnya, aktivitas ini akan berjalan secara auto
pilot.
Bayangkan betapa
menyenangkannya bagi Anda, jika suatu saat Anda terjerembab ke dalam bad
mood gara-gara pikiran buruk dan tiba-tiba, seperti telah terprogram
sebelumnya, Anda menemukan diri Anda menginterupsi pikiran buruk Anda
sendiri, kemudian menggantinya dengan pikiran-pikiran positif.
Go ahead dan cobalah!
Cara yang paling powerful
dalam memanfaatkan interupsi, adalah dengan menginterupsi orang lain
yang sedang jatuh ke dalam bad mood. Bagaimana cara melakukannya?
Jika Anda menemukan
seseorang yang sedang terpeleset dan menganiaya dirinya sendiri dengan
pikiran buruk, bantuan yang umumnya bisa Anda lakukan adalah berempati
atau bersimpati padanya. Dengan ini Anda mengatakan kepada dia bahwa
Anda care dan ingin membantunya. Perilaku positif ini, bisa didongkrak
lagi kekuatannya, dengan teknik yang telah menjadi rahasia besar bagi
para terapis kejiwaan yang paling powerful di dunia; keahlian
menginterupsi secara positif.
Caranya mudah. Saat Anda
menemukan seseorang yang bergerak mengikuti spiral pikiran negatif,
perhatikanlah perilaku itu untuk satu menit. Kemudian, geserlah
perhatiannya setidaknya dengan tiga aktivitas, dengan melakukan sesuatu
yang tidak disangkanya.
Contoh:
-
Minta orang itu untuk
menjawab pertanyaan. Ini biasanya akan membawa mereka kembali "ke
saat ini" dan "di sini", alias membumi. Efeknya bisa tergantung pada
pertanyaan Anda sendiri;
-
Geserlah perhatiannya
ke sesuatu yang bergantung di atas kepalanya, suruhlah ia menengadah;
-
Dengan suara yang keras,
buatlah suatu pernyataan yang sedikit bodoh, atau sama sekali tidak
berkaitan situasi yang sedang berlangsung. Ingat, naikkan 1. volume
suara Anda dan intonasinya adalah bertanya; misalnya "Monyet memakan
pisang anjing itu. Mengapakah kangguru harus terbang?" Contoh ini
cukup buruk, Anda bisa membuatnya lebih buruk akan tetapi dapat
menarik perhatian orang itu.
-
Buatlah ia melakukan
sebuah aktivitas fisik, seperti mengejar-ngejar Anda misalnya.
Pada intinya, membuat ia
membumi lagi, ke saat ini dan di sini. Mengapa sedikitnya harus tiga?
Kita mengharapkan adanya hasil dari aktivitas-aktivitas itu. Tiga kali
adalah standar yang cukup. Bisakah Anda membayangkan diri Anda menjadi
pembicara dengan kemampuan terapis seperti ini?
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|