|
FAKE POWER
Byron Kalies konsultan manajemen dari Liverpool, Inggris
Ambil beberapa nafas dalam,
dan "fake it 'til you make it". Nasehat ini biasanya dapat menghilangkan
kesan "kosong" atau "bolong-bolong" dari seorang pembicara. Dan
sebenarnya, akan selalu ada yang bisa Anda katakan dan lakukan.
Lakukanlah sampai Anda benar-benar bisa melakukannya.
Namun demikian, ada
beberapa hal yang perlu diingat. Anda mungkin gugup atau gagap. Tapi,
tetaplah lebih baik jika Anda bisa punya slide yang bagus atau punya
suara yang enak didengar. Begitu pula dengan kontak mata. Sebab
bagaimanapun, pesan Anda lebih penting (dalam kasus ini bahkan daripada
diri Anda sendiri).
Oleh sebab itu, tetaplah
berkonsentrasi pada pesan Anda. Anda bisa menunjukkkan bahwa Anda "bisa
melakukannya", apapun yang terjadi. Ambil nafas panjang; dan lakukan!
Audience Anda akan enjoy. Begitu juga Anda.
Inspirasi berikut ini juga
bisa membantu.
Agama mengajarkan untuk
tidak menunjukkan kesusahan, kesulitan, musibah atau apapun yang buruk
dari diri kita kepada orang lain. Tujuannya, hanya supaya orang lain
tidak ikut menjadi susah karena kita. Tuhan telah menutupnya dari orang
lain, mengapakah kita sendiri yang harus mengumbarnya?
Begitu pula, apa yang
diajarkan tentang menangis di hadapan Tuhan.
- Menangislah!
- Jika tidak bisa?
- Orang-orang terkemuka
mengatakan: Berpura-puralah menangis!
- Jika tetap tidak bisa?
Lakukanlah terus-menerus sampai engkau bisa!
- Jika tetap tidak bisa
juga? Menangislah engkau, karena tidak bisa berpura-pura menangis!
Semua itu adalah tentang
"fake power". Jika kita mendasarinya dengan pemahaman bahwa ini adalah
proses belajar yang temporer, dan disertai dengan niat yang tulus demi
membantu audience, Saya pikir trik ini sah-sah saja.
Dicopy
dari: milis-bicara.blogspot.com
*******
|