|
Empat Langkah Menghentikan Panik
Terjemahan bebas materi oleh: Pati McDermott, CHT
Saat bicara di depan
audience, Anda mungkin saja diserang panik yang datang mendadak. Mungkin
karena lupa, mungkin karena ada yang mengganggu Anda, atau mungkin
karena terjadi begitu saja. Anda terdiam seribu bahasa.
PANIK ITU SOAL BIASA
Banyak sekali orang
mengalami serangan panik. Mereka sering mengalaminya. Mereka mencoba
menghindari situasi hidup yang menakutkan, dan dalam banyak hal, mereka
melakukannya dengan cara yang irasional. Padahal, panik adalah soal
biasa. Anda bisa berlatih menghilangkannya, hanya dalam tiga menit!
APA ITU PANIK?
Panik adalah sebuah kondisi
di mana adrenalin disemprotkan ke dalam aliran darah Anda. Pesan takut
dan kekhawatiran diantarkan lewat signal-signal ke kelenjar keringat,
dan mendeklarasikan adanya situasi emergensi.
Kelenjar itu besarnya hanya
sebiji kacang kapri. Letaknya persis di atas ginjal Anda. Mereka
dipenuhi adrenalin yang - saat disemprotkan ke dalam tubuh Anda -
membuat Anda lebih mampu merespon kondisi emergensi. Inilah sisi
positifnya, itulah saat di mana Anda punya kemampuan lebih.
Kondisi emergensi itu
sendiri, akan memunculkan gejala-gejala fisik yang banyak orang justru
salah dalam menginterpretasikannya. Mereka mengira itu adalah serangan
jantung atau kondisi fisik serius lainnya. Kesalahan interpretasi inilah
yang menyebabkan rasa takut dan khawatir terus berlanjut.
BEGINI CARA KERJANYA
Adrenalin menyebabkan
jantung memompa lebih banyak darah. Darah yang mengalir deras ini
memompa otot Anda. Positifnya, ini dapat membuat Anda berlari lebih
cepat dan membuat tangan Anda lebih kuat. Selain itu, darah juga
terpompa lebih deras ke otak. Inilah yang meningkatkan kemampuan Anda
untuk lebih baik dalam merespon situasi emergensi.
Dibutuhkan waktu sekitar
tiga menit, sejak otak Anda mendeklarasikan situasi emergensi, sampai
seluruh tubuh Anda ter-adrenalisasi dengan lebih banyak darah di kaki,
tangan dan otak. Dalam tiga menit itu, jantung Anda berdegup lebih
kencang dan berdetak lebih keras. Anda merasakan betapa darah Anda
mengalir lebih deras.
Selama kelenjar keringat
Anda masih menerima sinyal darurat, alat tubuh itu akan terus
memproduksi dan menyemprotkan adrenalin. Saat otak Anda berhenti
mengirimkan sinyal darurat, kelenjar keringat Anda akan menghentikan
aksinya.
HANYA BUTUH TIGA MENIT UNTUK MENGHENTIKAN PANIK
Tiga menit yang diperlukan
untuk merasakan panik, tiga menit juga untuk menghentikannya. Jika Anda
menghentikan panik sesegera mungkin, reaksi kepanikan itu hanya akan
berlangsung tiga menit saja.
SANGAT SEDERHANA
Menghentikan panik ternyata
sangat sederhana. Apa yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan sinyal
darurat, sehingga sinyal itu tidak sampai ke kelenjar keringat. Pelajari
empat langkah berikut ini, dan panik Anda hanya akan berlangsung tiga
menit saja. Sekali Anda memahaminya, Anda tak perlu mengalami panik lagi.
Tulislah empat langkah ini
di kartu atau di SMS Anda. Bukalah saat Anda mengalami kepanikan.
LANGKAH PERTAMA: RILEKS
Ambil nafas perlahan dan
dalam, sambil mengingat bahwa yang Anda alami hanya gejala kepanikan,
dan tidak ada hal lain yang lebih serius untuk dikhawatirkan. Teruskan
proses ini sampai tubuh Anda rileks.
Rileks adalah langkah
pertama untuk menghentikan aliran adrenalin.
LANGKAH KEDUA: BERHENTILAH BERPIKIR NEGATIF
Katakan dalam hati dan
kepala Anda dengan sangat keras: "Stop!!!" "Teriakan" ini akan
menghentikan pesan darurat yang dikirim otak ke kelenjar keringat. Orang
yang terjebak dalam kepanikan, adalah orang yang terjebak dalam
lingkaran tanpa henti dari komunikasi otak - kelenjar keringat ini.
Komunikasi internal yang penuh dengan informasi negatif, penuh dengan
informasi tentang bencana.
Menghentikan lingkaran
komunikasi ini, memunculkan kesempatan untuk mengganti informasi yang
dikandung dengan informasi lain yang lebih menenangkan.
LANGKAH KETIGA: INJEKSIKAN INFORMASI PENENANG
Yaitu pernyataan positif
yang setidaknya berbobot sama dengan informasi negatif yang
digantikannya.
Contoh:
1. "Oh My God, Gue kena
serangan jantung. Mati aku..!" 2. "Stop!!!" 3. "Bah. Ini panik aja. Ini
akan segera berakhir dalam tiga menit."
1. "Hii. siapa di belakang
Saya? Tengah malam di trotoar sepi begini. 2. "Stop!!!" 3. "Gue udah
ratusan kali lewat sini. Itu orang lain yang lewat juga."
1. "Ya Allah, apa lagi yang
harus Saya katakan... Saya lupa!" 2. "Stop!!!" 3. "Aku kan udah latihan,
ngelotok luar kepala. Nanti juga inget."
Latihlah dengan mencoba
berbagai macam komunikasi internal negatif, yang biasa terdengar di
kepala Anda saat panik. Latihlah untuk menggantinya dengan berbagai
statemen positif yang setara atau lebih tinggi bobotnya.
Note: Jika komunikasi
negatif itu mencerminka bahaya yang nyata, mendingan Anda ke dokter aja.
LANGKAH KEEMPAT: TERIMA PERASAAN ANDA
Menerima atau merasakan
perasaan sendiri adalah sangat penting. Membiasakan diri menghindarinya,
malah akan mengabadikannya.
Mulailah dengan
mengindentifikasi, emosi seperti apa yang Anda alami. Hampir semua panik
disebabkan oleh rasa khawatir atau takut akan sesuatu.
Identifikasikan dan temukan
sebabnya. Mengapa Anda merasakannya?
Validasikan sekali lagi
rasa dan penyebabnya. Jika Anda panik sebelum bicara, Anda takut karena
itu menakutkan menurut Anda. Jika Anda panik karena lupa, itu hanya
karena lupa saja. Tidak lebih. Lupa itu "skalar" bukan "vektor". Ia
hanya titik, bukan besaran yang terukur. Untuk sementara ia terhubung
menjadi rantai, tapi tetaplah ia rapuh dan mudah patah.
Jika Anda takut serangan
jantung, takut itu memang wajar karena setiap orang juga pasti
mengalaminya. Jika Anda takut dengan suara langkah kaki di belakang Anda,
ketakutan Anda memang beralasan karena Anda khawatir akan bahaya dari
orang tak dikenal.
Dalam semua kasus yang
terakhir itu, lakukan langkah pencegahan. General checkup misalnya.
Berjalanlah di sisi trotoar yang terang-benderang. Berjalanlah dengan
tegar dan bukan seperti korban.
Rasa takut dan gugup adalah
emosi yang positif. Ia mengingatkan Anda agar Anda take care of
yourself. Dengarkan dan rasakan perasaan Anda. Take care. Jagalah emosi
agar sesuai proporsi dan situasi. Jaga dengan perspektif dan sudut
pandang yang benar.
Hentikan panik, lanjutkan
bicara!
Dicopy
dari: milis-bicara.blogspot.com
*******
|