| |
Efektivitas Flip Chart
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Lenny
Laskowski LJL Seminars
Alat bantu visual yang
terbaik, adalah yang paling sederhana. Sebab, alat bantu visual adalah
alat bantu. Bukan presentasi itu sendiri. Presentasi itu adalah Anda,
dan selebihnya hanya alat bantu.
Salah satu alat bantu yang
telah terbukti baik dan masih digunakan hingga saat ini adalah flip
chart. Flip chart cocok digunakan di depan auidence yang cukup kecil, 30
sampai 50 orang atau kurang.
Keuntungan flip chart
adalah:
-
Tidak perlu listrik.
Anda tidak perlu pusing dengan kabel atau khawatir tentang mati
lampu;
-
Ekonomis. Anda tidak
memerlukan film atau printer untuk menghasilkan bahan presentasi;
-
Warna bisa ditambahkan
dengan mudah. Spidol sudah cukup;
-
Peluang untuk
spontanitas. Setiap kemungkin di detik terakhir bisa tetap
diekspresikan dengan baik.
Tips:
-
Flip chart yang baik
punya penjepit di bagian atas, dan mampu menampung segala jenis
bahan yang biasa digunakan;
-
Yakinkan bahwa kertas
atau bahan -- jika Anda membawanya sendiri dari rumah -- dapat muat
pada penjepit dan flip chart itu sendiri dapat berdiri dengan tegak
dan stabil. Perhatikan bahwa beberapa jenis penjepit menggunakan
lubang;
-
Bahan atau kertas flip
chart biasanya dijual satu paket. Bahan ini bisa polos atau
bergaris-garis (matriks). Bahan bergaris dapat digunakan untuk
menggambar garis lurus, dan menjaga teks agar tetap rata. Jika
penjepit pada flip chart menggunakan lubang, sesuaikan dengan
bahannya. Susah payah dalam melepaskan bahan untuk diganti dengan
yang baru, adalah pemandangan yang lucu di depan audience.
Perhatikan bahwa di Indonesia, yang biasa digunakan adalah jenis
yang langsung bisa dibalik ke belakang;
-
Jika Akan menggambar
sesuatu yang cukup rumit atau perlu presisi, siapkan "contekannya"
di kertas biasa;
-
Jika memungkinkan,
gambarlah "draft" terlebih dahulu menggunakan pensil. Jangan gunakan
huruf besar semua. Kombinasi yang benar akan memudahkan audience
membacanya. Pakailah aturan 7 x 7. Tujuh kata per baris dan tujuh
baris per halaman;
-
Gunakan spidol yang
benar. Jangan gunakan spidol yang meleleh, atau kertas yang dapat
membuat spidol meleleh atau tembus ke belakang. Waspadai baunya.
Jangan terlalu keras. Ada spidol yang aromanya buah-buahan. Ini bisa
jadi lebih menarik;
-
Hindari warna kuning,
pink, atau oranye. Warna ini sangat sulit dilihat oleh audience
dalam segala kondisi pencahayaan. Jangn buat audience Anda
mengernyitkan matanya. Hindari warna yang terlalu banyak, cukup satu
warna gelap dan satu warna aksen;
-
Anda bisa menulis tipis
dengan pensil, setiap poin yang Anda perlukan untuk "contekan".
Audience tidak akan melihatnya. Anda juga bisa menulis tentang poin
berikutnya. Dengan ini, Anad bisa memperkenalkan halaman berikutnya
dengan manis;
-
Jika ada yang salah,
Anda bisa mencoretnya. Untuk kesalahan yang memakan ruang peraga
lebih besar, gunakan flip chart pengganti;
-
Gunakan kertas kosong
atau bahan penyekat antar halaman, jika bahan Anda cenderung tembus
pandang;
-
Jika Anda membawa
sendiri bahan Anda, lindungi sejak dari rumah atau dari kantor.
Rawat baik-baik. Kena hujan bisa berabe.
Membuat flip chart sendiri
-- bukan spontan, akan memakan waktu. Perhitungkan soal waktu termasuk
untuk melakukan review dan perbaikan. Jika bahan Anda adalah print-out
komputer, Anda harus memahami bagaimana perilaku printer Anda.
Dicopy dari:
milis-bicara.blogspot.com
*******
|
|