|
Distorsi dalam Proses Berbicara
Terjemahan bebas dari materi dalam:
Journal of Agustus 1997 The Institute of Management
Excellence
Berbicara berarti
berkomunikasi. Berkomunikasi melibatkan dua pihak, yaitu pengirim pesan
dan penerima pesan. Dalam konteks berbicara, ini berarti tentang
pembicara dan pendengar. Seperti juga bentuk komunikasi lainnya,
berbicara secara timbal balik berpeluang memunculkan distorsi komunikasi.
Sampai tahap tertentu, distorsi akan membuat pembicaraan menjadi "tulalit".
Perhatikan bahwa antara
pembicara dan pendengar, jalur komunikasi yang tercipta seolah-olah
membentuk sebuah garis lurus. Namun, kondisi ini justru sangat jarang
dicapai. Distorsi dapat terjadi baik dalam proses berbicara atau dalam
proses mendengar. Ada banyak sebab yang dapat mendistorsi atau
memfiltrasi proses komunikasi.
Memperbaiki kualitas
komunikasi verbal menuntut pemahaman bahwa proses komunikasi sangat
jarang mencapai tingkat sempurna (tanpa distorsi). Kita harus belajar
mendengar dengan lebih baik dan berbicara dengan lebih jelas. Kita juga
harus menguji apakah pesan yang disampaikan telah diterima dengan benar,
dan apakah kita sendiri mendengar pesan dengan jelas.
Berikut adalah
faktor-faktor yang menyebabkan distorsi dalam proses komunikasi.
DI
SISI PEMBICARA:
-
Keinginan dan Niat:
Seberapa besar niat dan keinginan Saya untuk berbicara padanya?
-
Waktu dan Timing:
Apakah ini saat yang tepat untuk berbicara kepadanya?
-
Lokasi: Apakah ini
tempat yang pas untuk berbicara kepadanya?
-
Konsekuensi dan Biaya:
Apa yang terjadi jika Saya mengatakan hal ini padanya? Apa
konsekuensinya buat Saya?
-
Kompetisi: Apakah ini
akan berkembang menjadi suatu perdebatan? Akankah dia membalas
pembicaraan Saya dalam cara yang Saya tidak menyukainya?
-
Minat: Apakah Dia akan
berminat jika Saya ajak berbicara?
DI
SISI PENDENGAR:
-
Faktor Pemotivasi:
Apakah Dia akan termotivasi oleh pembicaraan Saya?
-
Kepercayaan: Apakah Dia
mempercayai Saya? Akan Dia mempercayai Saya?
-
Timing dan Ketepatan:
Apakah ini waktu yang tepat baginya untuk mendengarkan Saya?
-
Sensitifitas: Apakah
Dia cukup sensitif terhadap isi pembicaraan Saya?
-
Konsistensi Perilaku:
Apakah Dia akan stabil dalam mendengarkan Saya? Apakah Dia akan
berperilaku tertentu saat dan setelah Saya berbicara?
-
Ekspektasi Peran:
Apakah Dia mengerti harus bagaimana dalam mendengarkan pembicaraan
Saya?
-
Konsekuensi dan biaya:
Apakah konsekuensi baginya dari mendengarkan pembicaraan Saya?
Dicopy
dari: milis-bicara.blogspot.com
*******
|