| |
Bicara
Efektif di Muka Umum
Oleh: Irvan Syaiban
Sudah
bukan lagi masanya untuk menjadi remaja pasif! Setelah mulai sekitar 20
tahun lalu cara belajar siswa aktif dikampanyekan pemerintah, kini jadi
remaja aktif tentu sudah seakan gerak reflek bagi Anda semua.
Salah
satu keaktifan yang perlu Anda pelajari dan latih adalah ketrampilan
berbicara di depan umum. Oke, Anda sekarang mungkin sering menderita
demam panggung jika diperintah maju oleh guru. Gemetar, keringat dingin
keluar, dan bicara pun tergagap-gagap. Malu dong kalo muslim muda
seperti itu. Nah, inilah saatnya Anda mengobati demam panggung itu.
Bicara di
depan umum merupakan ketrampilan yang sangat berguna. Anda perlu
memilikinya. Apalagi kita adalah muslim yang diwajibkan berdakwah.
Gimana kalo suatu hari nanti Anda ditunjuk untuk memberi ceramah? Karena
itu, ketrampilan bicara di depan umum perlu kita pelajari dan latih.
Berikut
ini langkah-langkah praktis yang mungkin dapat membantu untuk
meningkatkan kemampuan berbicara efektif, sehingga apabila ada
kesempatan ditunjuk menjadi pembicara tidak lagi terjadi ‘demam panggung’,
tetapi justru menyenangkan.
SIAP SEBELUM BICARA
Ada 6 hal
yang perlu dipersiapkan dalam berbicara efektif, yaitu: mengapa, siapa,
di mana, kapan, apa dan bagaimana.
Mengapa: Menetapkan Sasaran
Hal
pertama yang harus jelas dalam pikiran Anda sebagai pembicara adalah
menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu dalam
menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan yang
sesuai dengan sasaran.
Pada
umumnya sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan,
misalnya presentasi tugas, memimpin rapat, mengisi kajian, dan
sebagainya.
Siapa: Pendengar
Meneliti
apa dan siapa pendengar dapat membantu dalam menetapkan bahan yang akan
disampaikan dan meyakinkan diri Anda bahwa Anda menyampaikan bahan
pembicaraan kepada pendengar yang tepat.
Hal yang
perlu diketahui dari sidang pendengar antara lain :
-
Berapa banyak orang yang hadir?
-
Mengapa mereka hadir di ruang tersebut?
-
Bagaimana tingkat pengetahuan yang mereka miliki atas topik
pembicaraan?
-
Apa
harapan mereka atas topik pembicaraan?
-
Bagaimana usia, pendidikan, dan jenis kelamin mereka?
Di Mana: Tempat dan Sarana
Penting
bagi Anda untuk mengetahui dan memperhatikan tempat pembicaraan akan
dilaksanakan.
Berikut
ini beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi pembicara :
-
Melakukan praktek: Apabila pembicaraan dilaksanakan pada ruang
yang besar dan luas, maka akan lebih baik untuk mencoba suara
terlebih dahulu, sebelum betul-betul berbicara di depan sidang
pendengar.
-
Mempelajari sarana yang tersedia: Sangat bermanfaat, bila Anda
lebih dahulu melakukan latihan untuk dapat mengoperasikan
tombol-tombol lampu, slide projector, dan OHP (Over Head Projector).
-
Meneliti gangguan yang mungkin timbul: Anda perlu mewaspadai
gangguan yang mungkin timbul, misalnya pembicaraan dilakukan dekat
jalan raya sehingga suaramu harus dapat mengalahkan suara kendaraan
yang lewat. 4. Tata letak tempat duduk
Tata
letak tempat duduk perlu diperhatikan, diatur, dipersiapkan, dan
dikaitkan dengan sasaran pembicaraan.
Kapan: Waktu
Berapa
lama waktu yang diperlukan dalam pembicaraan? Anda perlu memperhatikan
manajemen waktu.
-
Waktu penyelenggaraan sangat mempengaruhi: Biasanya, waktu
sesudah makan siang dikenal sebagai waktu ‘kuburan’. Pendengar yang
sudah makan kenyang, apalagi jika makanan yang disajikan enak
rasanya, akan membuat pendengar lebih tertarik untuk ‘berngantuk ria’
daripada mendengarkan pembicaraan.
-
Berapa lama waktu yang digunakan: Anda perlu memperhatikan waktu,
misalnya waktu untuk pembahasan, waktu istirahat, atau waktu tanya
jawab. Agar punya manajemen waktu yang baik, maka perlu latihan
terlebih dulu.
-
Masalah konsentrasi: Sangat sulit bagi pendengar untuk
berkonsentrasi penuh selama lebih dari 2 jam. Apalagi bila mereka
merasa bahwa pembicaraan Anda tidak menarik, tidak bermanfaat, dan
tidak berminat. Umumnya seseorang dapat berkonsentrasi penuh pada 20
menit di awal pembicaraan, setelah itu konsentrasi akan menurun
sedikit demi sedikit.
Apa: Bahan yang Akan Digunakan
Agar
sasaran pembicaraan dapat dicapai, maka persiapan bahan perlu dilakukan.
Berikut ini beberapa saran dalam pemilihan bahan:
-
Menyusun dan memilih bahan: Susunlah pokok-pokok pembicaraan.
Sebaiknya pada 45 menit pertama jangan terlalu banyak pokok-pokok
yang akan disampaikan. Dalam pemilihan bahan perlu diperhatikan:
sasaran pembicaraan, waktu yang tersedia, pendengar, mana bahan yang
harus diberikan dan bahan yang tidak perlu diberikan.
-
Gunakan contoh: Sederhanakan informasi yang sulit dan kompleks.
Gunakan juga contoh-contoh yang benar-benar terjadi dan kaitkan
dengan pokok-pokok yang ingin disampaikan.
-
Membuka dan menutup pembicaraan: Dalam membuka pembicaraan perlu
dirancang agar dapat menimbulkan minat pendengar, dapat menimbulkan
rasa butuh dari pendengar, dapat menjelaskan garis besar dan sasaran
pembicaraan. Dalam menutup pembicaraan, Anda harus dapat
menyimpulkan hal-hal yang telah dibicarakan.
-
Membuat catatan-catatan apa yang ingin dibicarakan. Beberapa
cara yang dapat digunakan untuk mengingat urut-urutan dalam
pembicaraan adalah membuat catatan tertulis dengan menggunakan
kartu-kartu atau kertas kecil. Hal yang dituliskan dalam kartu
sebaiknya kata-kata kunci saja dan waktu yang digunakan untuk
membicarakan apa yang tertulis di setiap kartu.
Bagaimana: Teknik Penyampaian
Penggunaan kata merupakan basis komunikasi, tetapi dalam kenyataannya
keberhasilan dalam pembicaraan tidak hanya ditentukan dari penggunaan
kata saja, tetapi justru penggunaan nonkata. Bicara di depan umum yang
berhasil seharusnya memenuhi persentase kontribusi sebagai berikut :
7%:
penggunaan kata
38%:
penggunaan nada dan suara
55%:
penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh
-
Pemilihan kata: Kata-kata yang digunakan sebaiknya disesuaikan
dengan taraf pendengar, begitu juga penggunaan istilah. Sadari bahwa
penggunaan kata-kata yang tidak tepat akan menimbulkan masalah.
-
Teknik penyampaian berita: Tidak banyak orang yang mampu
menyampaikan berita dengan efektif. Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam menyampaikan berita, antara lain:
-
Gunakan ekspresi dan intonasi yang tepat.
-
Diam sejenak untuk membantu peserta agar dapat mencerna materi
yang sudah diterima.
-
Bicara dengan jelas dan teratur.
-
Bicara dengan volume memadai.
-
Bahasa tubuh: Di samping penyampaian dengan menggunakan kata, maka
kesuksesan dalam pembicaraan justru bergantung pada hal yang non
kata, seperti: gerakan tubuh, tangan, kontak mata, cara berdiri, dan
ekspresi muka. Jangan terpaku di satu tempat seperti patung atau
sibuk membaca catatan.
Berikut
ini beberapa saran untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain :
-
Tatap mata pendengar: Kontak mata pembicara adalah vital untuk
mengetahui apakah pendengar mengantuk, bosan, tidak paham, atau
nampak tidak tertarik serta untuk mempertahankan minat pendengar
atas apa yang Anda sampaikan.
-
Senyum: Manfaat dari tersenyum adalah mengendorkan ketegangan.
-
Hindari membuat jarak: Anda perlu mendekatkan diri dengan
pendengar. Kalau Anda bicara di depan kelas yang pesertanya duduk,
Anda bisa jalan-jalan di antara meja mereka. Berdiri di belakang
meja atau di belakang papan tulis akan menciptakan jarak dengan
pendengar.
-
Berdirilah yang tegak tapi tidak kaku: Berdiri tegak dan kaku,
dapat menciptakan ketegangan.
-
Sadari kecenderungan untuk jadi pusat perhatian: Ini tidak
berarti pembicara harus berdiri dengan kaku, tapi gerakan-gerakan
tangan perlu ada untuk yang ingin disampaikan. Hindari berlebihan
menggunakan gerakan, hindari juga mengulang kata-kata yang sama.
-
Berusahalah sewajar mungkin: Agar bisa bertingkah laku secara
wajar, berhentilah untuk mencemaskan diri sendiri. Cara yang efektif
untuk bisa menjadi wajar adalah dengan latihan bicara di depan
kamera sehingga pembicara dapat melihat diri sendiri atau bicara di
depan teman-teman.
Meningkatkan Kualitas
Banyak
cara yang dapat digunakan dalam rangka menghidupkan suasana pembicaraan,
apalagi bila waktu bicara cukup panjang. Beberapa cara yang dapat Anda
gunakan antara lain:
-
Partisipasi sidang pendengar: Metode diskusi kelompok, dengan cara
membagi pendengar menjadi kelompok-kelompok kecil dan kemudian
setiap kelompok kecil diberi tugas, pertanyaan, atau kuis kemudian
diminta mempresentasikan jawabannya di depan pendengar yang lain
akan meningkatkan partisipasi pendengar dan menghidupkan suasana.
-
Sesi
untuk tanya jawab: Memberi kesempatan kepada peserta untuk
mengajukan pertanyaan dapat menguji apakah materi sudah dapat
ditangkap dengan baik oleh pendengar.
-
Antusiasme: Tunjukkan antusiasme pembicara sewaktu menyampaikan
materi.
-
Situasi yang menyenangkan: Ciptakan situasi yang menyenangkan dan
tidak menegangkan/mengancam.
-
Pendengar yang ‘sulit’: Tidak seluruh pendengar adalah pendengar
yang kooperatif dan positif, mungkin saja ada peserta yang ‘sulit’.
Sebaiknya, jangan menimbulkan pertentangan langsung dengan peserta
tersebut atau mempermalukannya di depan peserta lain.
-
Gunakan alat bantu: Alat bantu dapat mendukung pembicara dalam
menyampaikan gagasan atau berita. Tiga kelompok alat bantu yang
dapat mendukung pembicaraan adalah menstimuli: Visual, Hearing dan
Feeling (VHF)
-
Visual : papan tulis, OHP, video,
-
Hearing – efek suara
-
Feeling – makalah/hand out
Nah, itu
tadi beberapa kiat agar Anda bisa jadi pembicara yang efektif di depan
umum. Sekarang, tinggal Anda mau melatih diri Anda atau tidak. Teori di
atas nggak berguna kalo Anda nggak melatih diri Anda. Seseorang dapat
menjadi pembicara yang handal karena banyak berlatih, kata-kata bijak
mengatakan: bisa karena biasa. Selamat mencoba, semoga berhasil menjadi
pembicara di depan umum!
*******
|
|