|
Berlatih
Mendengarkan Intuisi
Ibu Katrin, guru kelas
enam, sedang menimbang-nimbang, apakah akan menerima atau tidak, promosi
menjadi kepala sekolah? Pekerjaan itu jelas menantang, namun ia khawatir
waktu bagi keluarga akan semakin tersita. Lisna, manajer Pengembangan
Sumber Daya Manusia, sudah berminggu-minggu mengangankan pekerjaan baru
yang lebih "menggairahkan". Anton yang baru di-PHK berpikir, barangkali
ini saat terbaik untuk memulai berwirausaha. Bimantoro, sang insinyur,
berniat coba-coba bekerja di bidang lain namun tetap bisa memanfaatkan
keahliannya di bidang teknik.
"Ketika akan membuat
keputusan sangat penting, entah dalam menentukan pasangan hidup atau
pilihan profesi, keputusan harus datang dari bawah sadar", demikian
nasihat tokoh legendaris Sigmund Freud.
Intuisi ternyata
merupakan sarana ampuh untuk memecahkan masalah, baik karir maupun
kehidupan pribadi. Terbukti, para pengambil keputusan jitu, yang
berhasil mengambil keputusan secara efisien, efektif, dan bijaksana,
selalu mengkombinasi kekuatan intuisi dengan berpikir analitisnya.
Masalahnya, bagaimana membina kekuatan intuitif ini sehingga dapat
didayagunakan?
Kembangkan
kemampuan intuisi dasar
Rupanya, awal dari
segalanya adalah keyakinan. Yakini bahwa Anda mempunyai intuisi dan
menghargai intuisi itu. Yakini Anda mampu mengetuk intuisi itu, dan
benar-benar berniat mengembangkannya.
Yakini,
informasi yang diperlukan akan Anda peroleh dari intuisi Anda.
Berlatih relaksasi.
Ketika
tubuh dalam keadaan santai, pikiran pun akan mengendur. Ini memungkinkan
frekuensi gelombang otak diperlambat, sehingga pikiran bawah sadar akan
berfungsi lebih aktif.
Cari
waktu dan tempat untuk menyendiri pada saat-saat tertentu supaya "suara
hati" bisa lebih terdengar. Lepaskan segala perasaan dan pikiran negatif
yang memblokade energi. Buat diri Anda berpikir positif. Ganti pikiran
negatif dengan pernyataan atau khayalan yang lebih positif.
Bersemedi. Ini membantu Anda
memasuki kondisi kesadaran yang lebih dalam, di mana jawaban atas
pertanyaan-pertanya an Anda akan datang lebih mudah. Anda bisa bersemedi
lewat berbagai sarana, misal api lilin, mantra, ungkapan tanpa arti,
atau bahkan nama Anda sendiri.
Intuisi
menghubungkan kita ke suatu database raksasa. Karenanya, untuk
memperoleh jawaban spesifik pertanyaan yang diajukan pun harus spesifik.
Sebagai contoh, Tiur sedang bertanya-tanya dalam hati, apakah sebaiknya
ia pindah ke Surabaya saja menyusul tunangannya? Maka janganlah ia
bertanya, "Haruskah saya pindah?", namun "Haruskah saya pindah ke
Surabaya?" Kalau jawabannya, "ya", baru informasi berikutnya ditanyakan,
"Haruskah saya pindah bulan ini atau akhir tahun?"
Beberapa teknik pemecahan masalah
Memprogram mimpi. Katakan pada diri
sendiri, "Saya ingin bermimpi tentang informasi yang akan memecahkan
masalah ini", dan "Saya akan bermimpi tentang itu, akan mengingatnya dan
memahaminya."
Mimpi
biasanya datang dalam bahasa atau perlambang yang dapat dimengerti.
Amati rangkaian peristiwa dalam mimpi itu, dan perasaan Anda di saat
mimpi itu berakhir dan Anda terjaga. Catat pertanda-pertanda yang
terjadi dalam diri Anda maupun yang eksternal, yang terjadi keesokan
harinya.
Bikin gambar coretan. Tuliskan
pertanyaan yang ingin Anda ketahui jawabannya. Di bawah pertanyaan itu,
gambarlah apa pun yang terlintas pada pikiran Anda dan yang mengalir
begitu saja lewat tangan Anda. Terus menggambar hingga tak ada lagi yang
ingin ditambahkan. Kini lihat makna di balik gambar dan simbol itu.
Catat urutan pembuatan gambar dan simbol itu. Perhatikan pikiran dan
perasaan Anda saat mengamati gambar.
Olahraga. Ajukan satu pertanyaan
pada intuisi Anda sebelum berolahraga. Kemudian fokuskan diri pada
olahraga. Perhatikan berbagai isyarat yang muncul selama dan setelah
olahraga.
Bikin catatan mimpi. Luangkan waktu
sekitar 20 menit untuk menuliskan segala sesuatu yang ingin, telah atau
sedang dikerjakan. Ciptakan orang, perasaan, dan tempat yang ingin
dikunjungi. Anggap semuanya serba mungkin. Tak perlu mempertimbangkan
soal keamanan atau finansial. Perhatikan apa tema-tema besar yang muncul
dalam mimpi Anda setelah itu.
Memprogram sukses sehari. Santai di
tempat tidur sebelum bangun pagi. Bayangkan di layar batin, sehari yang
penuh dengan kesuksesan. Pasang jam pada layar itu dan secara batin
gerakkan jarumnya jam demi jam dari pagi hingga hari berakhir. Mainkan
"bioskop batin" itu, dengan Anda sebagai sutradaranya. Dalam bioskop
digambarkan bagaimana segala sesuatu berjalan dengan lancar dan sukses.
Gunakan teknik ini untuk berlatih secara mental sebelum menjalani
wawancara untuk suatu pekerjaan atau hal lain yang diidamkan.
Buat catatan harian. Setiap hari
catatlah gagasan, perasaan, dan firasat Anda. Perhatikan apa yang
ditulis dan perasaan Anda saat menulisnya. Catat pikiran dan perasaan
yang muncul saat Anda selesai. Anda akan mengetahui beda antara firasat
berdasarkan intuisi dan gagasan berdasarkan perhitungan.
Latihan amat perlu. Makin banyak
Anda berusaha mendengarkan dan memperhatikan intuisi, semakin tinggi
kemampuan Anda untuk mendengarnya. Maka luangkan waktu barang lima menit
setiap hari untuk mendengarkan intuisi. Mintalah bantuan, dukungan,
petunjuk, apa pun, kepada intuisi Anda. Percayalah, Anda akan memperoleh
jawaban.
Sumber:
Milis TCI
*******
|